Pemkab Boyolali bantu kebutuhan air warga Merbabu

id Pemkab Boyolali ,bantu atasi air warga Merbabu

Pemkab Boyolali bantu kebutuhan air warga Merbabu

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri, usai melakukan koordinasi dengan masyarakat terdampak gangguan air bersih akibat kebakaran hutan di Desa Ngagrong Gladagsari Boyolaii, Kamis. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah melakukan koordinasi dengan masyarakat di Gunung Merbabu dan siap membantu mengatasi gangguan akses air bersih akibat kebakaran di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb).

Ada daerah di lereng Gunung Merbabu Boyolali yang mengalami krisis air bersih, karena saluran pipa dari sumber mata air ke pemukiman warga terputus akibat kebakaran hutan dan lahan, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri disela acara koordinasi dengan masyarakat di Desa Ngagrong Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali, Kamis.

Menurut Masruri Pemkab Boyolali siap membantu masyarakat untuk mengatasi akses air bersih yang terputus dengan memperbaiki segera saluran pipa dari sumber mata air ke tepat pemukiman. Pipa segera diperbaiki, dan harus selesai minggu ini, agar masyarakat tidak kekurangan air bersih lagi.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepala desa dan tokoh masyarakat pengguna air dengan mengerahkan beberapa warganya di lereng Gunung Merbabu untuk bergotong royong memperbaiki saluran air agar segera kembali normal.

Pemkab Boyolali siap memfasilitasi warga dalam menyelamatkan mata air Sipendok dan Semuncar di lereng Merbabu yang airnya dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Boyolali untuk kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di TNGMb yang terjadi sejak Rabu (11/9), diawali dari wilayah Kabupaten Magelang. Namun, titik api kemudian merembet ke wilayah Kabupaten Boyolali termasuk wilayah Kecamatan Gladagsari.

Ratusan petugas sukarelawan dari berbagai pihak, antara lain TNI-Polri, SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), elemen masyarakat serta para relawan mencoba naik ke lokasi mendekati kebakaran untuk memadamkan dengan alat manual. Api sudah merambat cukup jauh di sekitar basecamp 3 jalur pendakian Selo Boyolali, hingga Rabu (18/9).

Menurut Ketua Paguyuban Kelompok Masyarakat Penggunga Air Tuk Sipendok, Prapto Miharjo ada lima desa di tiga kecamatan di lereng Gunung Merbabu, mengalami krisis air bersih. Karena, terbakarnya saluran pipa air bersih dari Tuk Sipendok, di lereng Merbabu.

Pipa air bersih yang terbakar panjangnya mencapai mencapai sekitar dua kilometer. Desa-desa terdampak yakni Kembang, Ngagrong dan Seboto di Kecamatan Gladagsari, Jeruk (Selo), serta Kembangkuning (Cepogo).

"Akibat saluran air bersih terputus, maka warga lima desa itu, mengalami krisis air bersih," katanya.




 
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar