Pastikan kesehatan hewan kurban, Pemkab Banjarnegara sosialisasi hingga takmir

id kurban

Pastikan kesehatan hewan kurban, Pemkab Banjarnegara sosialisasi hingga takmir

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meninjau pasar hewan jelang Idul Adha (dok. pribadi)

Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali mengingatkan seluruh masyarakat di wilayah setempat mengenai pentingnya memastikan kesehatan hewan kurban agar aman untuk dikonsumsi.

"Kami kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan kurban melalui sosialisasi kepada kelompok masyarakat dan juga kepada takmir masjid," kata Kabid Peternakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarnegara, Herrina indri hastuti di Banjarnegara, Rabu.

Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya juga akan kembali melakukan pembekalan kepada petugas teknis pemeriksa ternak kurban yang ada di Banjarnegara.

"Berbagai kegiatan rutin terkait kesehatan hewan kurban telah mulai kami laksanakan menjelang Idul Adha guna memastikan hewan kurban yang ada di wilayah Banjarnegara aman untuk dikonsumsi oleh seluruh masyarakat," katanya.

Baca juga: Jumlah hewan kurban di Jateng terus meningkat

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono juga mengingatkan masyarakat di wilayah setempat untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan bahwa hewan kurban benar-benar bebas dari penyakit.

Bupati menambahkan, menjelang Idul Adha tahun 2019 ini dirinya juga telah meninjau dan berdialog langsung dengan para pedagang di Pasar Hewan Petambakan.

Peninjauan tersebut, kata bupati bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual di pasar tersebut.

Selain itu, bupati menambahkan dirinya juga ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi pasar hewan tersebut khususnya menjelang Idul Adha.

"Ada beberapa catatan saya terkait kondisi pasar misalnya soal area parkir dan unit pengelolaan limbah, dan sudah saya instruksikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya, Ketua Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Elly Tugiyanti juga mengingatkan agar pemeriksaan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, ternak yang terserang penyakit, kata dia, tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

"Misalnya penyakit cacing hati atau penyakit brucelossis, karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan ternak kurban bebas dari penyakit," katanya.

Baca juga: Bagaimana atasi hewan kurban mengamuk? Begini caranya
Baca juga: ACT distribusikan 250 hewan kurban di Soloraya

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar