Rembang Kreatifest, cara Semen Gresik berdayakan generasi milenial

id rembang kreatifest,ekonomi kreatif,generasi milenial

Rembang Kreatifest, cara Semen Gresik berdayakan generasi milenial

Sejumlah santri sibuk melukis keranjang belanja pada ajang Semen Gresik Mural Challenge di Rembang. (Foto: Dok.)

Dengan sentuhan kreativitas maka sampah bisa menjadi produk yang bernilai seni dan ekonomi tinggi
Rembang (ANTARA) - PT Semen Gresik berkontribusi positif memberdayakan potensi generasi milenial di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melalui pergelaran Rembang Kreatifest 2019.

Rembang Kreatifest kolaborasi antara Semen Gresik dan Dinas Industri, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop)  Kabupaten Rembang.

Berbagai kegiatan yang digelar sejak Jumat (19/7) hingga Sabtu (20/7) malam di sepanjang Jalan Kartini Rembang itu, di antaranya lokakarya fotografi, videografi, kelas kecantikan, sinematografi, hingga desain produk yang disokong penuh oleh Semen Gresik.

"Kalangan milenial dan sektor ekonomi kreatif adalah harapan masa depan. Rembang Kreatifest merupakan bagian dari upaya kami agar masa depan Rembang lebih cerah," kata Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana lewat keterangan tertulisnya yang diterima Minggu.

Ajang bergengsi dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-278 Kabupaten Rembang tersebut, juga sebagai bentuk kepedulian Semen Gresik terhadap sektor ekonomi kreatif. Rembang Kreatifest 2019 juga dimeriahkan dengan Rembang Night Fashion Carnival.

Lewat kegiatan tersebut, Semen Gresik menyampaikan pesan pentingnya menjaga lingkungan dengan cara bijak mengolah sampah.

"Dengan sentuhan kreativitas maka sampah bisa menjadi produk yang bernilai seni dan ekonomi tinggi," ujar Gatot Mardiana.

Baca juga: Jateng dorong kampung munculkan ekonomi kreatif

Peserta yang mayoritas generasi milenial juga ditantang mengikuti Semen Gresik Mural Challenge. Lomba mural tersebut, ada yang menggunakan medium becak dan keranjang belanja.

Lomba mural becak yang diikuti peserta lintas kota dimenangkan tim Lankujiwo sebagai juara pertama, sedangkan lomba mural keranjang belanja yang diikuti santri pondok pesantren di Rembang dimenangkan tim Butterfly sebagai juara pertama.Pemenang berhak atas piala, sertifikat dan uang pembinaan  Rp3,5 juta dari Semen Gresik.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi kegiatan tersebut, mengingat saat ini Rembang masuk dalam kabupaten kreatif, khususnya bidang kriya.

"Saya berterima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga sektor industri kreatif di Rembang lebih menggeliat seiring digelarnya Rembang Kreatifest 2019," tandasnya.

Baca juga: Bupati Banyumas menginginkan adanya aplikasi ekonomi digital lokal
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar