100 lansia-penyandang cacat di Kudus terima bantuan nutrisi

id lansia dan penyandang cacat, di kudus, peroleh bantuan nutrisi

100 lansia-penyandang cacat di Kudus terima bantuan nutrisi

Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Bantuan Perlindungan, dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Sutrimo menyerahkan bantuan di Gedung Juang Kudus, Jumat (3/5). (ANTARA/Dok.)

Kudus (ANTARA) - Sebanyak 100 orang lanjut usia dan penyandang cacat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mendapatkan bantuan nutrisi dari pemerintah daerah setempat untuk pemenuhan gizi seimbang guna menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

"Karena anggaran yang dimiliki terbatas, maka pemberian bantuan nutrisi untuk warga lansia maupun penyandang cacat hanya bisa diberikan sekali selama setahun," kata Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Bantuan Perlindungan, dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Sutrimo di Kudus, Jumat.

Ia mengatakan 100 orang penerima bantuan nutrisi tersebut, meliputi warga lansia 50 orang dan penyandang cacat 50 orang.

Penyerahan bantuan nutrisi terhadap warga yang berusia lanjut, kata dia, pada hari ini (3/5) di Gedung Juang Kudus, sedangkan bantuan untuk penyandang cacat sudah diberikan lebih dahulu.

Masing-masing penerima bantuan, mendapatkan susu dua dos, beras 10 kilogram, gula 10 kg, minyak goreng kemasan enam kemasan, telur enam kilogram, kacang hijau tiga kilogram, dan teh dua pak.

Ia menyebutkan total anggaran untuk pemberian nutrisi terhadap lansia dan penyandang cacat di Kabupaten Kudus sekitar Rp107 juta.

Ia berharap, bantuan nutrisi tersebut bisa membantu pemenuhan gizi serta meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok, dalam menghadapi Bulan Puasa Ramadhan.

"Mudah-mudahan mereka tetap hidup sehat dan bisa semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari," ujar dia.

Penerima bantuan nutrisi tersebut, kata dia, selain harus lansia dan penyandang cacat, mereka juga termasuk berasal dari kalangan warga tidak mampu.

"Kami mengupayakan penerima bantuan sudah masuk ke dalam basis data terpadu (BDT) yang merupakan data warga miskin," ujar dia.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar