Pemkot Surakarta dorong UMKM ikut BPJS Ketenagakerjaan

id pemkot surakarta,bpjs ketenagakerjaan

Pemkot Surakarta dorong UMKM ikut BPJS Ketenagakerjaan

Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta dengan Dinas Koperasi dan UKM (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan sosial terhadap tenaga kerja.

"Dengan diikutkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maka para tenaga kerja di sektor UMKM dapat terlindungi dari kecelakaan kerja," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nur Haryani di sela penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi dan UKM terkait Sinergi Perlindungan Pekerja Demi Kesejahteraan Masyarakat Surakarta di Solo, Senin.

Terkait hal itu, ia sudah melakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM sejak bulan Desember 2018. Ia mengatakan hingga saat ini jumlah pekerja di sektor UMKM yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 329 pekerja.

"Ini tentu belum semuanya ikut karena jumlah UMKM yang terdaftar pada kami mencapai 3.000 an usaha. Untuk setiap usahanya memiliki 1-15 tenaga kerja," katanya.

Ia mengatakan untuk program yang diikuti bisa dengan premi di bawah Rp10.000/bulan mengingat tujuan dari program tersebut lebih untuk mengarahkan perlindungan sosial para tenaga kerja di sektor informal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Yosef Rizal mengatakan salah satu alasan masih minimnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan oleh pelaku UMKM karena ketidaktahuan mereka terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

"Sebagian masyarakat tahunya BPJS Kesehatan, padahal ini beda," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mendongkrak kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pelaku UMKM.

Sementara itu, dikatakannya, pada tahun ini BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah kepesertaan dari sektor informal sebanyak 34.785 tenaga kerja untuk Kota Surakarta dan 52.183 tenaga kerja di Soloraya.

Sedangkan untuk sektor formal sebanyak 57.303 tenaga kerja di Kora Solo dan 108.587 tenaga kerja di Soloraya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar