Pemkab Pekalongan wacanakan makam wali dijadikan cagar budaya

id Cagar budaya, pekalongan bupati

Pemkab Pekalongan wacanakan makam wali dijadikan cagar budaya

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mewacanakan tempat makam para wali dan sesepuh daerah akan dijadikan situs cagar budaya sekaligus untuk melestarikan peninggalan budaya.

Bupati Batang Asip Kholbihi di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa tujuan pelestarian peninggalan budaya tersebut adalah memperkuat unsur budaya dan religius masyarakat, serta memberikan pengetahuan sejarah atau perkembangan daerah dari masa ke masa kepada genarasi muda.

"Pemimpin di Pekalongan sejak zaman dahulu memegang teguh dan melestarikan budaya. Bupati Pekalongan dari zaman Belanda merupakan orang yang pintar dalam menejemen pemerintahan, selain itu menjunjung tinggi tradisi keagamaan dan budayanya," katanya.

Ia mengatakan saat ini menjadi tugas dirinya untuk meneruskan perjuangannya bupati yang lebih dahulu memimpin Kabupaten Pekalongon.

"Saya mendapat amanat dan diberi tugas untuk memimpin dan mensejahterakan masyarakat di daerah sehingga hal ini harus dilakukan sebaik baiknya. Budaya dan tradisi para leluhur akan terus kami lestari termasuk acara haul dan tahlil," katanya.

Pemerintah Kabupaten Pekalongon, kata dia, akan membangun kembali makam para wali dan sesepuh yang nantinya akan dijadikan situs cagar budaya.

"Perlu diketahui bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah subur seperti Kecamatan Kasesi, Bojong, dan Sragi yang dulunya menjadi lumbung padi untuk pasukan Mataram. Hal tersebut juga berkat perjuangan para sesepuh dan perjuangan mereka akan kami teruskan," katanya.

Bupati berpesan masyarakat menjunjung tinggi kerukunan menjelang pelaksanaan Pemilu dan tidak mudah terpecah-belah.

"Kerukunan merupakan syarat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pelaksanaan pelayanan pemerintah ke masyarakat bisa berjalan dengan baik. Oleh karena, semua pihak harus menjaga kerukunan di daerah ini," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar