Dana desa Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri siap digelontorkan

id KPPN, dana desa

Dana desa Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri siap digelontorkan

Kepala KPPN Surakarta Sugiarso saat mengisi Kuliah Umum dengan tema "Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan APBN Untuk Menciptakan Generasi Muda Berkualitas dan Berintegritas" dan Launching Kolese KPPN 028 di Gedung KPPN Surakarta (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta siap menyalurkan dana desa tahun 2019 untuk Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri.

"Untuk tahun ini, total pagu dana desa di dua kabupaten tersebut sebesar Rp374.056.401.000," kata Kepala KPPN Surakarta Sugiarso pada Kuliah Umum dengan tema "Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan APBN Untuk Menciptakan Generasi Muda Berkualitas dan Berintegritas" dan Launching Kolese KPPN 028 di Gedung KPPN Surakarta, Kamis.

Ia mengatakan secara rincian untuk dana desa yang akan disalurkan di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp146.662.487.000 dan Kabupaten Wonogiri sebesar Rp227.393.914.000.

Meski demikian, dikatakannya, sejauh ini belum ada pengajuan dana desa dari masing-masing kabupaten mengingat masih ada kendala yang dihadapi.

"Untuk bisa memperoleh dana desa ini, masing-masing harus sudah memenuhi syarat, salah satunya adalah menyelesaikan laporan keuangan sebelumnya," katanya.

Menurut dia, untuk tahun ini angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data, dikatakannya, dana desa yang disalurkan di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp126 miliar dan Kabupaten Wonogiri sebesar Rp196 miliar.

"Untuk jumlah desa di Kabupaten Sukoharjo yang memperoleh dana desa ini sebanyak 150 desa, sedangkan Wonogiri sebanyak 251 desa. Penyaluran tahun lalu mencapai 100 persen," katanya.

Sedangkan secara nasional, dikatakannya, pagu dana desa pada tahun ini naik menjadi Rp70 triliun dari sebelumnya Rp60 triliun.

Menurut dia, mekanisme penyaluran dana desa ini dilakukan secara transfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk membiayai pemerintahan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Beberapa proyek dana desa ini di antaranya bisa untuk pembangunan gedung olahraga, untuk pengembangan UMKM, dan memperbaiki irigasi sawah. Bisa juga untuk membangun ruko untuk selanjutnya disewakan, uang sewa ini masuk ke pendapatan daerah," katanya.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut, dikatakannya, bertujuan untuk mengenalkan apa itu KPPN kepada masyarakat termasuk mahasiswa.

"Bagaimana prosesnya, detail belanja, dan memberikan edukasi terkait tugas pokok kami secara umum kepada masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar