Pariwisata tetap bergeliat pada tahun politik

id chusmeru

Pariwisata tetap bergeliat pada tahun politik

Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Chusmeru. (Foto: Wury Puspitasari)

     Purwokerto (Antaranews Jateng) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman, Chusmeru, mengatakan bahwa sektor pariwisata akan tetap bergeliat pada tahun politik 2019.

     "Meskipun pada tahun ini suhu politik sedang tinggi. Namun, sektor pariwisata akan tetap bergeliat seperti biasanya," katanya di Purwokerto, Senin.

     Chusmeru menjelaskan, tahun 2019 merupakan tahun politik bagi Indonesia, karena akan diadakan pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres.

     "Ketegangan politik kemungkinan akan terjadi. Namun, hajatan politik itu tidak akan berdampak negatif pada perkembangan pariwisata di Tanah Air," katanya.

     Menurut dia, Pemilu dan Pilpres terjadi lima tahun sekali. Sehingga dinamika politik yang terjadi tidak akan berkepanjangan dan tidak akan mengganggu bisnis pariwisata.

     "Aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, akan memberikan jaminan keamanan selama dan sesudah pesta demokrasi itu berlangsung. Begitu pula masyarakat Indonesia juga sebagian besar sudah melek politik, sehingga perbedaan pilihan tidak akan menimbulkan gangguan keamanan yang signifikan bagi pariwisata," katanya.

     Ia mengakui bahwa industri pariwisata memang sensitif terhadap gangguan keamanan. Namun, itu lebih karena faktor-faktor bencana, kriminalitas, maupun terorisme di destinasi wisata.

     "Konflik politik dalam pemilu dan pilpres lebih bersifat elitis, sehingga kecil kemungkinan terjadinya gangguan keamanan yang masif dan horisontal," katanya.

     Kendati demikian, promosi di bidang pariwisata harus tetap digencarkan pada tahun politik guna makin meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.

  Wisatawan yang berkunjung di tahun 2019 hingga 2020 kemungkinan besar adalah wisatawan milenial dan juga wisatawan generasi Z.

"Wisatawan milenial atau biasa disebut younger tourist adalah wisatawan generasi Y. Mereka lahir sekitar tahun 1980 s.d. 1995. Sedangkan wisatawan generasi Z, adalah yang lahir tahun 1996 s.d. 2010," katanya.

  Mereka adalah wisatawan masa depan yang akan meramaikan industri pariwisata pada tahun 2019 s.d. 2020.

  "Karakteristik mereka adalah bebas dan dinamis. Mereka generasi yang cerdas dan ceria, yang akan tetap tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang memiliki keindahan alam, budaya, dan kuliner yang unik," katanya.

Oleh Karena itu, tahun politik, kata dia, tidak akan menghalangi kaum milenial untuk melakukan perjalanan wisatanya.

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar