Hujan abu tipis melanda Musuk Boyolali

id Hujan abu tipis di Musuk Boyolali

Hujan abu tipis melanda Musuk Boyolali

Seorang warga sedang menunjukan hujan abu tipis menempel disejumlah tanaman di Desa Sruni Kecamatan Musuk Boyolali, Kamis. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (Antaranews Jateng) - Hujan abu tipis dampak dari aktivitas Gunung Merapi terjadi di wilayah Kecamayan Musuk Kabupaten Boyolali, Kamis pagi.

Namun, hujan abu tipis tidak memengaruhi masyarakat di Kecamatan Musuk yang mayoritas sebagai petani sayuran tetap beraktivitas seperti biasa.

Menurut Darmaji (39) warga Desa Sruni Musuk Boyolali, hujan abu tipis terjadi di Desa Sruni dan hampir tidak kelihatan menempel di dedaunan. Pemandangan puncak Gunung Merapi secara kasat mata tertutup awan, sehingga tidak terlihat jelas.

"Hujan abu tipis diduga karena embusan angin ke arah Musuk, tetapi abu hampir tidak kelihatan, sehingga tidak memengaruhi aktivitas warga seperti biasanya," kata Darmaji.

Selain Desa Sruni, kata dia, hujan abu tipis terjadi juga ke daerah lain seperti Desa Mriyan, Cluntang. Ringinlarik, dan Karangkendel Musuk.
     
"Warga terlihat tidak ada yang menggunakan masker, karena hujan abu tipis dan hampir tidak kelihatan," katanya.

Sukasno, warga Desa Mriyan Musuk, mengatakan hujan abu tipis tersebut diperkirakan dari aktivitas Gunung Merapi yang terjadi, Kamis pagi.  
     
Menurut Sukasno, warga di Mriyan banyak yang mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi sekitar pukul 06.00 WIB, tetapi mereka tidak bisa melihat kondisi puncak karena tertutup kabut.
     
"Hujan abu tipis tidak dirasakan dampaknya. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa," katanya.
     
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, saat dikonfirmasi soal huja abu tipis, membenarkan di kawasan Kecamatan Musuk.

"Hujan abu turun sangat tipis, sehingga masyarakat tetap beraktivias," kata Bambang.

Kendati demikian, Bambang Sinungharjo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi pemerintah melalui petugas dukuh dan desa setempat. Masyarakat yang daerahnya masuk kawasan rawan bencana erupsi Merapi diminta tetap waspada.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar