Mahasiswa Polbangtan harus jadi agen perubahan dunia peternakan

id kuliah umum,polbangtan

Mahasiswa Polbangtan harus jadi agen perubahan dunia peternakan

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Ir. Sugiono, M.P. tampil sebagai pembicara kunci dalam kuliah umum Jurusan Peternakan Polbangtan YoMa (Foto: Polbangtanyoma/tantyanuar)

Magelang -  Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (YoMa) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Ir. Sugiono, M.P.

Kuliah umum yang berlangsung pada Sabtu pekan lalu itu mengusung tema Prospek Usaha Perbibitan dan Produksi Ternak dengan diikuti segenap civitas akademika Jurusan Peternakan Polbangtan YoMa..

Di hadapan mahasiswa, Sugiono menjelaskan tentang strategi dan kebijakan peternakan Indonesia. 

"Visi Kementerian Pertanian adalah menuju lumbung pangan dunia pada 2045, dengan target-target perkembangan komoditas utama yang makin meningkat," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, Indonesia perlu menggerakkan seluruh lini dari bawah sampai posisi teratas untuk turut serta dalam pembangunan pertanian.

Di dunia peternakan, papar dia, juga terdapat beberapa target, misalnya, pada  2018 harus ada sapi dan kerbau betina produktif dengan jumlah akseptor 3 juta ekor, kemungkinan bunting 2,1 juta ekor, sehingga bakal lahir 1,68 juta ekor.

"Ini tentu menguntungkan bagi swasembada daging serta menjadi tambahan pendapatan bagi para petani. Prioritas program tahun 2018 adalah bekerja berbasis pertanian, dengan menghasilkan banyak ladang pendapatan dari dunia pertanian. Dengan demikian, selain mendukung program pemerintah, juga turut meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Peran Polbangtan, menurut dia, adalah menyiapkan lulusan yang mampu mendukung peternakan sehingga dapat menjadi agen perubahan dan katalisator di masyarakat.

"Jadilah seorang wirausahawan di bidang peternakan," pesan Sugiono menutup kuliah umum tersebut. (Polbangtanyoma/tantyanuar)
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar