Pasokan berkurang, harga telur bergerak naik

id Harga telur di Boyolali terus naik

Pasokan berkurang, harga telur bergerak naik

Salah satu peternak ayam sedang mengambil hasil produksi telur di Desa Karangnongko Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (Antaranews Jateng) - Harga telur ayam di tingkat pengusaha ternak maupun pedagang di pasar terus mengalami kenaikan, karena dampak berkurangnya pasokan barang dari daerah sentra produksi di Boyolali.

"Kenaikan harga telur ayam di pasaran Boyolali, dampak dari produksi telur terus berkurang serta kondisi musim yang kurang mendukung bagi perkembangan ayam petelur," kata Ketua Humas Paguyuban Ayam Layer Boyolali, Tukinu, di Boyolali, Selasa.?

Bahkan, kata Tukinu, para pengusaha ternak ayam petelur di Boyolali, hingga sekarang jumlahnya makin berkurang. Hal ini, karena ketika harga telur jatuh, peternak yang memiliki ayam jumlahnya hanya 1.000 hingga 3.000 ekor tidak mampu bertahan, apalagi, kondisi sekarang produktivitas telur sekitar 20 persen per hari.

Namun, kata Tukinu, soal masalah harga di pasaran tersebut tergantung mekanisme pasar. Harga di tingkat peternak saat ini, dijual Rp24 ribu per kilogram.

Tukinu menjelaskan, jumlah peternak ayam di Boyolali sekarang tinggal sebanyak 45 pengusaha dengan kemampuan produksi telur yang dihasilkan mencapai 25 ton per hari. Produksi telur untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Boyolali, juga dipasok ke kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

Wawan (40) salah stau peternak ayam telur di Boyolali mengatakan senang dengan kenaikan harga telur saat ini. Hal itu untuk menutupi kekurangan biaya produksi saat harga sedang anjlok beberapa waktu lalu.

Menurut Wawan harga telur di tingkat peternak sekarang mencapai Pp24.000/kg, sedangkan harga di pasar bisa mencapai Rp26.000 hingga Rp28.000/kg.

Yulianto (46) salah stau pedagang di Pasar Boyolali Kota mengatakan kenaikan harga telur di Boyolali, sejak beberapa hari lalu. Kenaikan harga terjadi dari pihak peternak dan pedagang hanya bisa menyesuaikan saja.

"Kenaikan harga telur diduga karena produksi yang berkurang, sedangkan permintaan pasar justru meningkat karena banyak masyarakat ada kegiatan hajatan.

Berdasarkan informasi dari E-Pangan, Kantor Dinas Ketahanan pangan (DKP) Boyolali, menyebutkan, harga telur ayam Rp 21.975/ kg, Daging Ayam Rp33.565/kg, dan Daging sapi Rp104.795/kg, ikan Lele Rp22.370/kg, Nila Rp31.755/Kg , cabai merah besar dijual Rp32.460/kg, keriting dan rawit merah Rp36.380/kg.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar