Stok sembako di Kudus mencukupi kebutuhan

id stok kepokmas cukup,kebutuhan pokok cukup,stok kebutuhan pokok,masyarakat Kudus cukup

Stok sembako di Kudus mencukupi kebutuhan

KUDUS - Seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Jawa Tengah, tengah menanti pembeli. (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Stok kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjelang bulan Ramadhan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

    

"Untuk stok beras pekan ini mencapai 7.900 ton yang tersimpan di gudang para pedagang," kata Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Teddy Hermawan di Kudus, Selasa.

    

Sementara stok berjalan pada pedagang besar, tempat penggilingan, kata dia, setiap harinya bisa mencapai 500-an ton, sedangkan stok gula pasir rata-rata per bulannya mencapai 760 ton.

    

Untuk stok minyak goreng, kata dia, per bulannya mencapai 90.000 liter untuk minyak dalam kemasan, sedangkan tepung terigu setiap bulannya tersedia sebanyak 775 ton yang tersimpan di gudang sejumlah distributor.

    

Khusus komoditas daging dan sayur mayur, katanya, stok di tingkat pedagang juga tersedia cukup.

    

Daging sapi pasokan rata-rata per bulannya mencapai 178 ton dan daging ayam ras sebanyak 390 ton, sedangkan telur ayam ras 450 ton.

    

Cabai merah keriting, kata dia, juga tersedia cukup karena rata-rata per bulan pasokannya mencapai 680 kuwintal, cabai merah besar 765 kuwintal, cabai rawit hijau 680 kuwintal, dan cabai rawit merah 120 kuwintal.

    

"Bawang merah pasokan per bulannya mencapai 300 kuwintal dan bawang putih sebesar 252 kuwintal, sedangkan kedelai mencapai 130 ton," ujarnya.

 

Berdasarkan data tersebut, kata Teddy, stok kebutuhan pokok masyarakat, khususnya gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu relatif cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki Ramadhan 2018.

    

Kemudian, lanjut dia, untuk komoditas beras, stok berjalan di tingkat penggilingan beras dan pedagang beras kondisi persediaan beras bergerak rata-rata per harinya mencapai 500 ton.

    

"Akhir Mei 2018 hingga awal Juni 2018 diharapkan panen musim tanam kedua dari luar Kudus bisa menambah stok gabah di masing-masing tempat penggilingan padi," ujarnya.

    

Sementara untuk komiditas lain, katanya, saat ini pedagang tidak melakukan penyimpanan barang terlalu lama, sedangkan pasokan setiap hari berjalan seperti biasa mengingat harga komiditas, terutama cabai dan bawang merah serta bawang putih di pasaran saat ini harganya fluktuatif menyesuaikan permintaan dan stok di pasaran.

    

Dalam rangka memastikan stok barang tersedia cukup, Pemkab Kudus juga melakukan monitoring di beberapa pasar tradisional dan pedagang besar, termasuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat.

    

Terkait dengan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat, katanya, komoditas yang mengalami fluktuasi, yakni daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang.

    

Harga jual cabai pada pekan kedua bulan Mei 2018, kata dia, ada yang mencapai Rp50.000 per kilogram untuk cabai merah besar, sedangkan minggu keempat bulan April 2018 cabai merah besar hanya dijual Rp40.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan Rp2.300 menjadi Rp14.500/kg.

    

"Bawang merah sempat naik tinggi, namun pekan kedua bulan Mei 2018 turun menjadi Rp28.400/kg dari harga sebelumnya mencapai Rp30.000/kg dan bawang putih yang awalnya dijual Rp28.700/kg juga turun menjadi Rp20.700/kg," ujarnya.

    

Sementara daging ayam ras, katanya, pekan ini naik menjadi Rp32.400/kg dari sebelumnya hanya Rp32.000/kg, sedangkan telur ayam ras naik Rp4.500 menjadi Rp26.800/kg.

    

Kondisi harga berbagai komoditas, kata dia, memang ditentukan oleh mekanisme pasar mengingat barang kebutuhan pokok masyarakat merupakan komoditas bebas sehingga harga ditentukan oleh pasokan dan permintaan. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar