Seniman petani bagikan sayuran kepada masyarakat Borobudur

id ruwat rawat borobudur,seniman petani,candi borobudur

Seniman petani bagikan sayuran kepada masyarakat Borobudur

Seorang seniman petani memberikan paket sayuran kepada warga dalam rangkaian pembukaan Ruwat Rawat Borobudur, Selasa (6/3) (Foto: Hari Atmoko)

Borobudur, Jateng (Antaranews Jateng) - Puluhan seniman petani dari berbagai desa membagikan secara gratis aneka sayuran kepada masyarakat sekitar Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam safari budaya "Ruwat Rawat Borobudur 2018", Selasa.

Kegiatan sebagai rangkaian pembuka agenda tahunan Ruwat Rawat Borobudur Ke-15 yang diselenggarakan Komunitas Brayat Penangkaran Borobudur itu, dimulai dengan kirab berjalan kaki para seniman petani mengelilingi Candi Borobudur. Kirab mereka menjadi atraksi pariwisata candi yang juga warisan budaya dunia itu.

Rangkaian agenda Ruwat Rawat Borobudur Ke-15 berlangsung selama dua bulan, mulai 6 Maret hingga 6 Mei 2018 selain bertempat di Candi Borobudur dan desa-desa kawasannya juga di beberapa desa lainnya di Kabupaten Magelang dan daerah tetangga.

Pihak panitia penyelenggara menyiapkan sekitar 450 paket keranjang isi aneka sayuran, seperti kobis, wortel, tomat, sawi, loncang, ketela, kentang, dan cabai. Setiap paket sekitar 15 kilogram sayuran, sedangkan total sayuran sekitar enam ton.

Sayuran itu adalah hasil panenan di arel pertanian desa-desa para seniman petani yang terlibat dalam Ruwat Rawat Borobudur 2018. Secara simbolis, Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono, Wakil Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Irwan Suryanta, dan unsur Muspika Borobudur lainnya menyerahkan paket sayuran kepada warga setempat dan sejumlah tukang bersih-bersih pelataran Candi Borobudur.

Para seniman petani dengan mengenakan beberapa kostum kesenian rakyat dan diiringi tabuhan alat musik tradisional kemudian menggunakan mobil bak terbuka safari melewati beberapa ruas jalan sekitar Candi Borobudur untuk membagikan sayuran kepada warga setempat.

"Pemberian sayuran gratis ini ungkapan terima kasih kepada masyarakat Borobudur yang selama ini telah memanfaatkan Borobudur dan ikut dalam melestarikan Candi Borobudur," kata Penanggung Jawab Ruwat Rawat Borobudur 2018 Sucoro.

Sayuran, ujar dia, menjadi salah satu simbol bahwa kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang itu sebagai lahan subur untuk berbagai komoditas hortikultura. Kehidupan masyarakat kawasan Candi Borobudur, tidak lepas dari pertanian.

Kepala BKB Tri Hartono mengemukakan pentingnya peningkatan peranan masyarakat sekitar dalam usaha-usaha melestarikan warisan budaya dunia, Candi Borobudur.

"Ini festival memberikan dukungan bagi pelestarian cagar budaya candi. Kegiatan ini dapat meningkatkan peranan masyarakat sekitar cagar budaya untuk lebih berperan dalam pelestarian cagar budaya. Borobudur sebagai warisan budaya dunia harus bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," tuturnya.

Wakil Kepala Unit TWCB Irwan Suryanta mengatakan pihaknya mendukung kegiatan Ruwat Rawat Borobudur, terlebih memiliki kaitan yang erat dengan kepariwisataan Candi Borobudur.

"Kebudayaan di Borobudur mewarnai pariwisata Candi Borobudur," ucapnya.

Rangkaian kegiatan Ruwat Rawat Borobudur 2018, antara lain bakti sosial, pentas kesenian, dialog budaya, acara tradisi masyarakat desa di kawasan Candi Borobudur, renungan dan sarasehan budaya, festival kesenian rakyat, pameran kliping dan foto, seminar budaya dan pariwisata, loka karya seni tradisi, pentas sastra, serta kirab budaya.

Sejumlah kelompok kesenian dari beberapa kota di Indonesia dijadwalkan juga turut menyemarakkan rangkaian kegiatan Ruwat Rawat Borobudur 2018, antara lain dari Solo, Yogyakarta, Temanggung, Purworejo, Jombang, Lampung, Bali, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar