Disdik Semarang tambah 4 angkutan jemput siswa

id disdik, kendaraan, jemput siswa

Disdik Semarang tambah 4 angkutan jemput siswa

Kendaraan operasional sekolah yang disediakan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menjemput siswa di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran, saat dipajang pada peresmian kegiatan OPD Pemerintah Kota Semarang 2017 dan "ground breaking" revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, Senin (8/1) (Foto: Zuhdiar Laeis)

Kasihan siswa kalau harus berjalan kaki dari jalan raya ke sekolah, jauh sekali
Semarang, (Antaranews Jateng) - Dinas Pendidikan Kota Semarang menambah empat unit kendaraan jenis minibus untuk mengangkut siswa di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran.

"Tahun ini, kami tambah empat unit minibus untuk sekolah di pinggiran, yakni SMP Negeri 17, SMPN 23, SMPN 31, dan SMPN 43 Semarang," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Senin.

Empat kendaraan untuk mengangkut siswa itu terlihat dipajang saat peresmian kegiatan OPD Pemerintah Kota Semarang 2017 dan "ground breaking" revitalisasi Kota Lama Semarang.

Bunyamin menjelaskan pengadaan kendaraan operasional di empat sekolah itu berdasarkan pertimbangan lokasi sekolah-sekolah tersebut yang berada di kawasan pinggiran yang tidak dijangkau angkutan umum.

"Seperti SMPN 23 Semarang yang ada di Wonoplumbon, Mijen. Kasihan siswa kalau harus berjalan kaki dari jalan raya ke sekolah, jauh sekali. Di SMPN 31 di Tambakharjo," katanya.

Menurut dia, pengadaan kendaraan operasional itu di samping untuk menunjang kegiatan operasional siswa, sekaligus menjemput siswa di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran.

"Kalau di SMPN 31 Semarang, misalnya, siswa menunggu di Pasar Jrakah, nanti dijemput sama kendaraan itu. Saya lihat sendiri siswa biasanya jalan dari Pasar Jrakah ke sekolah," katanya.

Ia mengatakan pengadaan empat kendaraan operasional sekolah itu sudah beberapa kali dilakukan Disdik Kota Semarang, seperti di SMPN 16, SMPN 17, dan SMPN 20 Semarang.

"Kami berharap bisa menambah terus kendaraan operasional seperti ini di sekolah-sekolah pinggiran. Dulu, waktu sekolah menengah atas (SMA) masih dikelola kota juga kami bantu," katanya.

Untuk anggaran pengadaan empat unit kendaraan operasional sekolah dengan kapasitas angkut lebih dari 20 penumpang itu, ia menyebutkan total anggarannya sekitar Rp1,72 miliar.

Secara prinsip, Bunyamin mengatakan berupaya membantu mobilitas siswa ke sekolah sehingga tidak boleh lagi ada siswa yang tidak bersekolah karena akses sekolah yang jauh.

"Nanti kan mau ada bus sekolah dari Dinas Perhubungan. Tadi, saya sudah ketemu Pak Khadik (Kadishub, red.). Kalau sudah datang mau dibicarakan, ya, kami akan sangat terbantu," katanya.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar