Cuaca Buruk, Transaksi Pelelangan Ikan di Cilacap Menurun

id pelelangan ikan cilacap, tpi cilacap

Cuaca Buruk, Transaksi Pelelangan Ikan di Cilacap Menurun

Sejumlah nelayan melakukan bongkar muatan ikan tuna hasil tangkapan mereka di tempat pelelangan ikan, Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap, Jateng. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/ss/nz/14)

Cilacap, ANTARA JATENG - Nilai transaksi pelelangan ikan di delapan tempat pelelangan ikan yang dikelola Koperasi Unit Desa Mino Saroyo, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Oktober 2017 diperkirakan menurun, kata Ketua KUD Mino Saroyo Untung Jayanto.

"Turun (akibat cuaca buruk, red), kalau ada ikan pasti akan dijual ke TPI," katanya di Cilacap, Selasa.

Akan tetapi, dia mengaku belum bisa menyebutkan berapa besar penurunannya karena datanya masih diolah.

Menurut dia, faktor cuaca buruk yang sering terjadi di perairan selatan Jateng selama bulan Oktober itu turut memengaruhi penurunan transaksi di TPI.

Dalam hal ini, banyak nelayan yang tidak melaut saat terjadi cuaca buruk meskipun berbagai jenis ikan masih bermunculan di perairan selatan Jateng.

"Kalau nilai transaksi pelelangan ikan pada bulan September mencapai Rp15 miliar," kata Untung.

Sebelumnya, Ketua Rukun Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Tarmuji mengakui jika banyak nelayan yang tidak melaut karena terjadi cuaca buruk di perairan selatan Jateng.

"Padahal, saat ini masih berlangsung musim panen ikan. Kalaupun ada yang nekat melaut, mereka hanya mencari ikan dengan jarak dekat sebelum gelombang menjadi tinggi," katanya.

Nelayan Cilacap telah memasuki musim panen ikan sejak bulan Juli dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Desember dengan masa puncaknya pada bulan Agustus hingga September.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar