Tangkis ISPA dengan Konsumsi Buah dan Sayur

id tangkis ispa dengan konsumsi buah dan sayur

Tangkis ISPA dengan Konsumsi Buah dan Sayur

Medan Kembali Diselimuti Kabut Asap Sejumlah pengendara mobil dan sepeda motor dengan latar belakang diselimuti kabut asap di Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/10). Kabut asap akibat dampak kebakaran lahan dan hutan yang masih terjadi di wilayah Riau

Kendati begitu, bukan berarti tak ada hal yang bisa kita lakukan untuk menangkis penyakit pernafasan itu.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan ialah memperkuat daya tahan tubuh, yakni dengan konsumsi buah dan sayur secara rutin.

"Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri terhadap tubuh manusia. Risiko seseorang mengalami infeksi akan meningkat ketika kekebalan tubuh lemah," ujar spesialis THT dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr. Herlina Ida Haryaningsih, Sp.THT, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

"Konsumsi buah dan sayur secara lebih rutin dan tambahkan dengan suplemen herbal yang mengandung bahan immunodulator tinggi seperti Echinaceae," tambah dia. Selain itu, lanjut Herlina, bagi mereka yang berada dalam lingkungan dengan kondisi tinggi polusi asap, sebaiknya hindari keluar rumah terlalu sering.

"Jika terpaksa, gunakan masker untuk mengurangi dampak dari terhisapnya partikel debu dan asap yang mengandung karbon ke hidung anda," kata dia.

Tak hanya itu, sebaiknya hindari terlalu sering menggosok dan memegang hidung, mengeluarkan lendir terlalu keras, dan mengorek hidung karena dikhawatirkan akan membuat hidung terluka dan rentan terhadap infeksi.

"Sebaliknya, gunakan nasal sprays berbahan dasar air laut murni," tutur Herlina.

Dia mengatakan, hal lain yang tak kalah penting ialah melakukan pola hidup bersih sehat (PHBS), seperti selalu mencuci tangan, beristirahat cukup, serta makan teratur, mencuci makanan seperti buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

"Perhatikan alergi dan penyakit bawaan anda. Selalu jaga kehigienisan makanan serta minuman anda," pungkas dia.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar