Bawaslu Surakarta luncurkan gerakan "Waspodo Rung Kecatet"

id Bawaslu Surakarta luncurkan

Bawaslu Surakarta luncurkan gerakan "Waspodo Rung Kecatet"

Petugas Bawaslu Kota Surakarta saat melakukan pengawasan kegiatan coklit data oleh petugas PPDP persiapan Pilkada 2020 di sebuah rumah warga, Solo, Rabu (12-8-2020). ANTARA/HO-Humas Bawaslu Kota Surakarta

Solo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Kota Surakarta, Jawa Tengah, telah meluncurkan gerakan "Waspodo Rung Kecatet" atau waspada belum tercatat sebagai pemilih pada pilkada setempat.

"Gerakan Waspodo Rung Kecatet itu agar warga yang mempunyai hak pilih tidak terlewatkan dalam pencocokan dan penelitian (coklit) data pada Pilkada Surakarta," kata anggota Bawaslu Kota Surakarta Muh Muttaqin di Solo, Rabu.

Menurut Muh Muttaqin, hal tersebut dilaksanakan menyusul masih adanya kemungkinan warga Solo yang tercecer tidak didatangi oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari KPU Kota Surakarta.

Baca juga: Bawaslu minta pengawas tetap lakukan pengawasan semua tahapan pilkada

Bawaslu telah menugasi  54 anggota panitia pengawas pemilu di tingkat kelurahan dan 15 anggota panwaslu di tingkat kecamatan. Mereka akan berkeliling rumah warga untuk melakukan pemantuan kegiatan coklit data pemilih di masing-masing wilayah.

Ia mengatakan bahwa petugas mendatangi rumah-rumah secara berurutan di masing-masing wilayah mulai 14 Agustus mendatang.

"Pantauan utama kami jika masih ada rumah tidak tertempel stiker coklit kemungkinan besar belum didatangi oleh PPDP," katanya.

Sesuai dengan jadwal coklit oleh jajaran KPU, mulai 13 Juli hingga 13 Agustus mendatang. Jika pelaksanaan coklit selesai, dia berharap tidak ada warga yang masih belum tercoklit data dengan mendatangi rumah mereka.

"Kami luncurkan gerakan Waspodo Durung Kecatet ini sebagai pengingat agar warga lebih peduli terhadap hak pilihnya," katanya.

Pada pemilu sebelumnya, lanjut dia, beberapa warga tidak peduli dengan daftar pemilih, tetapi menjelang hari-H pencoblosan baru ramai karena mereka tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap.

Oleh karena itu, Bawaslu meminta jajaran pengawas pilkada juga melakukan sosialisasi bagi warga yang belum tercatat mengurus sejak jauh hari.

Rumah yang tidak terdapat stiker coklit PPDP dari KPU, kata dia, akan dicatat, kemudian diteruskan ke KPU.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Bidang Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Surakarta Kajad Pamuji Joko Waskito mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan PPDP untuk melaksanakan coklit daftar pemilih.

Menurut Kajad, PPDP melaksanakan pemutakhiran data pemilih sebanyak 437.667 orang.

Menurut Kajad jumlah PPDP yang diturunkan melaksanakan coklit sebanyak 1.231 orang, atau sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada Surakarta 2020. 

Baca juga: Bawaslu Purworejo buka posko aduan pengawasan coklit data pemilih
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar