Bupati Purbalingga: Kades pastikan pemudik jalani isolasi

id purbalingga,pemudik,isolasi,covid 19

Bupati Purbalingga: Kades pastikan pemudik jalani isolasi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (ANTARA/HO-Humas Pemkab Purbalingga)

Semua pemudik kami periksa kesehatannya, dipasang gelang identitas serta dicatat kemana tujuan dari para penumpang itu

Purbalingga (ANTARA) - Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi meminta seluruh kepala desa untuk meningkatkan pengawasan guna memastikan para pemudik yang terlanjur tiba di wilayah tersebut disiplin menjalani isolasi mandiri.

"Kami meminta para kades dan camat serta tim gugus tugas tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan patroli secara teratur, khususnya memastikan pemudik di wilayahnya telah menjalani isolasi mandiri," katanya di Purbalingga, Minggu.

Bagi pemudik yang tidak disiplin, kata dia, harus dibawa ke tempat karantina tingkat desa atau tingkat kabupaten.

"Jika ada pemudik yang tidak disiplin menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan masih berkeliaran ke luar rumah bisa dibawa ke tempat karantina desa, jika desa tidak punya tempat karantina maka bisa diarahkan ke tempat karantina tingkat kabupaten," katanya.

Bupati menambahkan bahwa hingga hari ini jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Purbalingga sebanyak 43 kasus.

Dari jumlah 43 positif COVID-19 tersebut, tujuh orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 35 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit dan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Bupati Purbalingga minta pemudik disiplin lakukan isolasi mandiri

Bupati mengatakan pihaknya terus berupaya menekan dan mengatasi kasus COVID-19 di wilayah itu.

Oleh karena itu, dia meminta peran aktif masyarakat untuk disiplin dan mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus tersebut.

"Kami minta masyarakat untuk tetap ikuti anjuran pemerintah. Sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan tetap tinggal di rumah," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Purbalingga Yani Sutrisno menambahkan ada sembilan pintu masuk ke dalam wilayah Purbalingga yang sering dimanfaatkan oleh kendaraan pemudik.

Di pintu masuk tersebut, Dinas Perhubungan Purbalingga bekerja sama dengan Polres Purbalingga dan Dinas Kesehatan Purbalingga membuat posko-posko untuk memantau dan memeriksa semua penumpang dan kendaraan yang masuk.

"Kita mendirikan pos pantau di pintu masuk Purbalingga, yakni di Karangreja, Kutabawa, Kalitinggar, Bukateja, Jompo, Kedungbenda, Terminal Purbalingga, Terminal Bukateja, dan Terminal Bobotsari.

"Semua pemudik kami periksa kesehatannya, dipasang gelang identitas serta dicatat kemana tujuan dari para penumpang itu. Hal ini agar dapat ditindaklanjuti oleh wilayah atau desa tujuan untuk selanjutnya dikarantina rumah," katanya.

Baca juga: 119 pemudik Batang karantina mandiri di 80 desa
Baca juga: Pemkab Wonosobo fasilitasi tempat isolasi mandiri pasien sembuh dari COVID-19

 

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar