Panitia Olimpiade 2020 antisipasi penyebaran virus corona

id api obor Olimpiade 2020 Tokyo ,tokyo,virus corona

Panitia Olimpiade 2020 antisipasi penyebaran virus corona

Obor Olimpiade 2020 Tokyo dipamerkan di acara Torch Relay untuk menandai 300 hari menjelang penyalaan obor di Tokyo, Jepang, (1/6/2019). (ANTARA/Reuters/Issei Kato)

Jakarta (ANTARA) - Panitia penyelenggara upacara penerangan api obor Olimpiade 2020 Tokyo mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghindari sebaran virus corona selama pawai obor dilakukan di Jepang nanti.

Penyalaan api secara resmi dilaksanakan di lokasi Olimpiade Kuno, Yunani pada 12 Maret. Setelah delapan hari estafet di Yunani, obor akan diterbangkan ke Jepang dan diperkirakan tiba di Tokyo pada 20 Maret.

Presiden Komite Olimpiade Yunani, Spyros Capralos, mengatakan bahwa pemerintah setempat telah mengadakan pertemuan dengan perusahaan ahli bidang manajemen risiko kesehatan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hal buruk yang tak terduga selama parade obor dilakukan.

Antisipasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif penyelenggara dari ancaman sebaran virus Covid-19, mengingat akan ada sekitar 10.000 orang dari berbagai latar belakang dilibatkan dalam pawai obor Olimpiade Tokyo.

"Dengan isu yang sedang kita hadapi saat ini, virus corona... Kami telah mengambil langkah-langkah yang pasti. Kami akan melakukan apapun agar tak ada sesuatu buruk terjadi selama perarakan obor," kata Capralos dikutip Reuters, Senin.

Baca juga: Virus corona ganggu persiapan atlet China untuk Olimpiade 2020

Pawai obor Olimpiade akan melibatkan ratusan orang di Yunani dan sekitar 10.000 orang saat tiba di Jepang nanti. Namun penyerahan itu
dipastikan tak banyak melibatkan kontak fisik manusia sehingga diperkirakan aman dari wabah virus corona.

Hingga saat ini, Yunani memang belum melaporkan adanya kasus virus corona masuk ke negaranya. Namun di Jepang sudah ada 773 warga yang terkonfirmasi terinfeksi virus Covid-19.

Perjalanan obor api di Jepang akan dimulai pada 26-28 Maret ke 857 kota di 47 prefektur selama 121 hari di J-Village, Fukushima. Tempat itu merupakan pusat pelatihan sepak bola yang dijadikan basis untuk menangani krisis nuklir.

Obor itu nantinya akan menjelajahi kota-kota yang dilanda bencana gempa bumi dan tsunami 2011 yang menghancurkan sebagian wilayah di Fukushima.

Pawai obor juga akan singgah di beberapa situs warisan dunia, seperti Gunung Fuji dan Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima sebelum berakhir di Stadion Nasional Tokyo pada 24 Juli untuk upacara pembukaan Olimpiade 2020.

Baca juga: Jepang bantah rumor penundaan Olimpiade 2020 akibat virus corona
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar