Ganjar: Banyak PR harus diselesaikan di Kongres Perempuan Jateng

id kongres perempuan, ganjar, pr, semarang,perempuan

Ganjar: Banyak PR harus diselesaikan di Kongres Perempuan Jateng

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati (kedua dari kanan) saat membuka Kongres Perempuan Jateng I didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan), Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh (dua dari kiri), dan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng  Nawal Arafah (kanan) yang juga selaku panitia Kongres Perempuan Jateng I di Semarang, Senin. ANTARA/Nur Istibsaroh

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam Kongres Perempuan Jawa Tengah I yang berlangsung selama dua hari Senin-Selasa, 25-26 November 2019 di Semarang.

Ganjar menyebutkan sejumlah PR tersebut di antaranya di Jateng masih ada 8.640 perempuan yang melapor dirinya mengalami kekerasan berbasis gender, lebih 50 persen Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) di Jawa Tengah tidak memiliki akta nikah, 78 persen bercerai karena mengalami KDRT, 40 persen buta huruf, serta 56 anak mereka tidak memiliki akta kelahiran.

"Saya titip PR itu diselesaikan dalam kongres ini. Saya menyambut baik Kongres Perempuan ini dan jargon Perempuan Berdaya, Jateng Maju harapannya bisa diurai. Hadirkan perempuan-perempuan hebat di ruangan ini, lalu tiru agar mempunyai acuan yang baik," kata Ganjar, Senin.

Baca juga: Kongres Perempuan Jateng jadi tonggak kegiatan serupa

Ganjar menjelaskan Kongres Perempuan diperlukan karena diharapkan bisa menjadi solusi segala persoalan yang ada sekaligus untuk mempersiapkan perempuan menghadapi perubahan zaman agar mereka berdaya.

"Jika mereka tidak terlatih tidak bisa, sementara dunia persaingan semakin ketat. Banyak pintu yang bisa diberikan dengan keahlian yang dimiliki dari mereka yang sudah sukses atau para pendahulu. Harapannya di kongres ini dapat dirumuskan, sehingga banyak akses untuk mereka terhadap ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," katanya.

Ganjar juga mengingatkan para perempuan dapat terus bersuara dan berbicara terutama dalam sejumlah forum penting seperti dalam musyawarah rencana pembangunan agar program pemerintah tidak maskulin, tetapi juga berprespektif gender.

"Kami tunggu rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Perempuan Jateng I," kata Ganjar.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati membuka Kongres Perempuan Jateng I, didampingi Ganjar Pranowo, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh, dan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng Nawal Arafah yang juga selaku panitia Kongres Perempuan Jateng I.

Baca juga: Ini dia jadwal Kongres Perempuan Jateng 2019
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar