Akademisi: Jokowi perlu tingkatkan program mitigasi bencana

id presiden terpilih,presiden tingkatkan mitigasi bencana,mitigasi bencana

Akademisi: Jokowi perlu tingkatkan program mitigasi bencana

Peserta mengikuti pawai bertajuk "Merah Putih dari Yogyakarta untuk Indonesia" di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/10/2019). Pawai yang diikuti ratusan peserta dari berbagai komponen masyarakat itu untuk menyambut pelantikan Presiden dan Wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Purwokerto (ANTARA) - Presiden dan wakil presiden terpilih diharapkan terus meningkatkan program mitigasi guna mengurangi dampak risiko bencana, kata koordinator bidang bencana geologi Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Indra Permanajati.

"Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin diharapkan terus meningkatkan perhatian terhadap program mitigasi bencana," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu.

Dia menjelaskan, salah satu hal yang perlu menjadi prioritas terkait dengan program mitigasi bencana pada masa yang akan datang adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi.

"Selain itu, yang juga perlu menjadi fokus dalam program kebencanaan pada masa yang akan datang adalah pengkajian prediksi bencana dan sistem peringatan dini," katanya.

Dia mengakui, pada saat ini, penanganan kondisi darurat di Indonesia sudah sangat baik dengan melibatkan berbagai instansi terkait dan relawan yang sudah terlatih.

"Namun konsep yang tetap harus dikembangkan ke depan adalah prinsip mencegah bencana atau melakukan persiapan yang optimal kalau bencana tersebut sudah tidak bisa terhindari, karena itu disarankan untuk mengembangkan riset tentang prediksi bencana yang bisa terjadi di suatu wilayah," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, pemerintah harus melibatkan lembaga perguruan tinggi yang ada di daerah untuk mempercepat proses penanganan bencana.

"Karena kalau hanya mengandalkan lembaga pusat bencana mungkin akan sangat berat karena wilayah Indonesia sangat luas dan proses pengkajian riset untuk memprediksi bencana dan teknologi penanganan bencana bisa jadi berjalan dalam kurum waktu yang cukup lama," katanya.

Dia juga menambahkan, peranan perguruan tinggi dan lembaga pengembangan riset bencana di daerah dapat menjadi garda terdepan dalam pengkajian mengenai prediksi bencana dan pengembangan sistem peringatan dini.

"Dengan demikian diharapkan percepatan penanggulangan bencana akan berjalan cepat dan masif," katanya.

Menurut dia, presiden dan wakil presiden terpilih memiliki komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan program pengembangan mitigasi kebencanaan di tanah air. 

Baca juga: Mitigasi bencana kekeringan perlu dioptimalkan

Baca juga: Kekeringan meluas, Banyumas intensifkan penyaluran bantuan air

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar