Curah hujan di Banyumas masih sangat rendah

id cuaca

Curah hujan di Banyumas masih sangat rendah

Ilustrasi - Citra radar cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. ANTARA/HO-BMKG

Purwokerto (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa curah hujan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah masih sangat rendah hingga pertengahan September 2019.

"Curah hujan di hampir seluruh wilayah Banyumas masih sangat rendah diprakirakan kondisi ini berlangsung hingga pertengahan bulan September," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi ketika dihubungi dari Banyumas, Sabtu.

BMKG juga memprakirakan seluruh wilayah di Banyumas akan berkondisi cerah pada Minggu (1/9).

"Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Banyumas diprakirakan cerah pada Minggu siang," katanya.

Baca juga: BMKG: Banjarnegara berpeluang hujan lokal

Pada Minggu malam, kata dia, seluruh wilayah di Banyumas diprakirakan berawan.

"Kondisi cuaca antara cerah dan berawan sepanjang hari, tidak ada peluang hujan lokal pada Minggu," katanya.

Dia kembali menginformasikan bahwa Banyumas telah memasuki musim kemarau sejak Juni lalu sehingga curah hujan terus mengalami penurunan.

BMKG memprakirakan Kabupaten Banyumas akan memasuki awal musim hujan pada  bulan Oktober 2019.

Di akhir September sebagian wilayah di Kabupaten Banyumas sudah memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke hujan.

Saat ini curah hujan di Banyumas dan kabupaten lain di sekitarnya masih dalam kategori rendah hingga awal September mendatang.

"Curah hujan dalam kriteria rendah yakni di bawah 10 milimeter per dasarian," katanya.

Untuk itu, BMKG terus mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai dampak kekeringan.

Baca juga: Awas, nelayan diminta waspadai cuaca ekstrem

"Waspadai dampak kekeringan, karena daerah dengan peluang hujan rendah berpotensi terjadi kekeringan," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan sejumlah wilayah di Banyumas mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau dan penurunan curah hujan.

"Selama musim kemarau ini kami telah menyalurkan air bersih ke 47 desa yang ada di 17 kecamatan di Banyumas," katanya.

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar