Israel serang jamaah shalat Idul Adha di Masjid Al Aqsha

id Masjid Al Aqsha,Serangan Israel,Idul Adha

Israel serang jamaah shalat Idul Adha di Masjid Al Aqsha

Polisi Israel bentrok dengan jemaat Palestina di lapangan komplek Mesjid Al-Aqsa yang dikenal oleh Muslim sebagai tempat suci, saat Muslim merayakan Idul Adha di Kota Tua Yerusalem, Minggu (11/8/2019).(REUTERS/Ammar Awad)

Ramallah, Palestina (ANTARA) - Presiden Palestina pada Ahad (11/8) mengutuk pasukan pendudukan Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menyerang orang yang sedang beribadah pada hari pertama Idul Adha.

Presiden Palestina memperingatkan peningkatan serangan Israel bisa mengubah konflik politik jadi perjuangan agama.

"Kita mesti menjadikan pemerintah Israel bertanggung-jawab karena polisinya menerobos ke dalam halaman Masjid Al-Aqsha dan menyerang jamaah, yang merupakan provokasi terhadap perasaan umat Muslim dan menjadi bahan bakar buat situasi dan meningkatkan ketegangan yang akan menyeret wilayah ini ke lingkaran kekerasan," kata Nabil Abu Rudeinah, Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Baca juga: Sabyan konser amal Palestina di Kuala Lumpur

Polisi Israel menyerang puluhan ribu orang Islam Paletina yang menunaikan Shalat Idul Adha, salah satu hari besar Islam, di Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Jerusalem, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.

Akibat perbuatan pasukan pendudukan itu beberapa Muslim Palestina cedera, terutama orang yang berusia lanjut yang harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Serangan polisi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat ekstremis sayap-kanan Israel mendesak diizinkannya kaum Yahudi fanatik memasuki tempat suci umat Muslim itu pada hari raya penting Islam.

Baca juga: Madonna selipkan pesan perdamaian untuk Israel-Palestina di Eurovision

Untuk memungkinkan kaum Yahudi fanatik masuk, polisi Israel menyerang Muslim di kompleks masjid dan memaksa mereka ke luar dari tempat tersebut, dan menghalangi mereka menunaikan kewajiban agama mereka.

Abu Rudeinah menekankan di dalam satu pernyataan perlunya untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, dan menegaskan bahwa itu adalah garis merah yang tak bisa ditolerir dalam menghadapi serangan yang berulangkali terjadi oleh pasukan pendudukan dan pemukim Yahudi fanatik.

Ia mengatakan Presiden Mahmoud Abbas "menghormati rakyat kami di Jerusalem atas keteguhan mereka dalam menghadapi aksi kaum pendudukan --yang berusaha mengubah status quo Masjid Al-Aqsha sebagai salah satu tempat suci umat Muslim.

Presiden Abbas juga menyerukan campur-tangan mendesak Arab dan internasional guna mencegah agresi dan kecongkakan Israel serta pasukan Israel sebagai kekuatan pendudukan agar menghentikan tindakan dan perbuatannya di Jerusalem serta Masjid Al-Aqsha.

"Kami ingin pemerintah Israel tidak terus mengizinkan pemukim melakukan kejahatan ini dan kami memperingatkan agar tidak mengubah konflik politik jadi konflik agama, yang bisa membakar semuanya," katanya.

Baca juga: Bocah Palestina ditembak Israel, UNHCHR desak penyelidikan

Sumber: WAFA
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar