Grup band musik mirip Koes Plus hibur penumpang di Stasiun Gambir

id penumpang kereta api,stasiun gambir,koes plus,group band starplus

Grup band musik mirip Koes Plus hibur penumpang di Stasiun Gambir

Sejumlah calon penumpang kereta api dihibur tembang lawas oleh sejumlah pemusik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/aa

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Stasiun Gambir menyediakan hiburan musik bernuansa tembang lawas bagi para pemudik yang sedang menunggu keberangkatan kereta, dengan menampilkan grup band musik mirip dengan Koes Plus, yaitu Starplus.

Berdasarkan pantauan Antara, pertunjukan musik Starplus dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlokasi di lantai satu Stasiun Gambir tepat di depan ruang tunggu penumpang.

Grup musik Starplus terdiri dari empat orang yang masing-masing mirip dengan personel Koes Plus baik dari suara maupun penampilannya. 

Mereka membawakan beberapa tembang kenangan seperti "Diana", "Fatimah", dan "Keroncong Pertemuan".

Pertunjukan musik yang menampilkan lagu-lagu kenangan sekitar tahun 1970-an tersebut pun menarik perhatian pemudik untuk menyaksikannya sembari menunggu kedatangan kereta mereka.

"Sering sekali mendengarkan lagu-lagu Koes Plus yang mereka bawakan, mirip dengan aslinya. Selain itu, ajang ini bagus sih biar orang tidak bosan pas nunggu," kata Sapto Heru, pria paruh baya yang merupakan salah seorang penumpang kereta tujuan Bandung.

Selain Sapto, Bagus yang juga penumpang kereta mengatakan meskipun lagu-lagu Koes Plus tersebut sudah lama, tetapi masih bisa dinikmati oleh para generasi muda.

"Band favorit orang tua saya, sering dimainkan di radio juga jadi kita meskipun masih muda tetap tahu lagu itu," ujarnya.

Di sela-sela pertunjukan, beberapa orang lanjut usia terlihat menawarkan barang-barang bertuliskan Starplus kepada para pemudik di Stasiun Gambir.

Baca juga: Pemudik nikmati alunan keroncong di Stasiun Gambir

Baca juga: Ada ruang tunggu bernuansa taman di Stasiun Gambir
Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar