Sandiaga Uno tampung keluhan pengusaha batik Pekalongan

id Sandiaga Uno, batik pekalongan

Sandiaga Uno tampung keluhan pengusaha batik Pekalongan

Calon Wakil Presiden Nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno saat kegiatan safari politik di Pekalongan, Jawa Tengah. Cawapres yang berpasangan dengan calon Presiden Prabowo Subiato ini berjanji akan mengembalikan kondisi kerajinan batik tenun kearah yang lebih baik dan maju. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews) - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno pada kegiatan safari politiknya di Gedung Koperasi Batik Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa, menampung keluhan para pengusaha batik tenun terhadap pemasaran batik yang makin sepi.

Cawapres yang berpasangan dengan Calon Presiden RI Prabowo Subianto ini bahkan sempat memberikan obat penahan sakit kepada salah seorang peserta yang hadir pada acara dialog itu karena merasa kepalanya pusing.

"Kami pusing Pak Sandi karena perekonomian begini-begini saja makin tahun makin lesu saja," kata warga Arif Achmad.

Penyampaian keluhan tersebut langsung disambut Sandiaga Uno dengan memberikan obat sakit kepala, kemudian melanjutkan dialog.

Arif mengatakan bahwa beberapa tahun lalu kerajinan batik sangat maju dan menjadi pengungkit perekonomian warga Pekalongan. Akan tetapi, kini makin lesu, bahkan gedung koperasi batik kondisinya mangkrak dan tidak terurus.

"Kami ingin ada solusi menghidupkan kembali kejayaan batik melalui koperasi Pak Sandi karena sebagian besar warga Pekalongan, khususnya Pekajangan, mengandalkan kerajinan batik sebagai mata pencaharian," katanya,

Menanggapi keluhan para pengusaha batik tenun, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba mengembalikan keberadaan koperasi batik sebagai pilar perekonomian di Pekalongan.

"Kami berjanji akan memberikan kemudahan akses ekspor batik serta memberikan pendampingan pelatihan desain batik terkini. Kerajinan batik harus diinovasi sedemikian rupa agar tetap merajai pasaran karena batik merupakan bagian perekonomian kreatif," katanya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar