Bahan baku pisau masih mengandalkan bahan bekas

id bahan baku pisau,masih andalkan,bahan baku bekas,pisau kudus

Bahan baku pisau masih mengandalkan bahan bekas

Seorang pandai besi tengah menempa besi dari bahan per mobil bekas untuk diubah menjadi pisau jenis berang untuk memotong hewan ternak di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

     Kudus (Antaranews Jateng) - Mayoritas pengrajin pisau di Kabupaten Kudus sangat bergantung pada bahan baku bekas untuk pembuatan pisau keperluan rumah tangga maupun perkebunan karena harganya yang cukup terjangkau.

     "Sebetulnya, pengrajin bisa saja membuat pisau dengan bahan baku besi yang baru. Akan tetapi, harganya cukup mahal. Ketika dijual ke pasaran dalam bentuk pisau, sulit bersaing," kata Sahri Baedlowi, pengrajin pisau asal Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat.

  Sahri Baedlowi mencontohkan pisau jenis berang untuk menyembelih hewan ternak maupun kepentingan lainnya, bahan yang digunakan juga bahan baku bekas.

     Pengrajin pisau lebih memilih menggunakan per mobil bekas yang memiliki kualitas lebih baik daripada jenis besi lainnya. Selain ketika diasah lebih tajam, katanya, bahannya juga cukup kuat.

     Harga jual per mobil bekas per kilogramnya mencapai Rp10 ribu. Ada pula yang harganya lebih mahal, khususnya dari mobil jenis tertentu.
     
Baku untuk membuat pisau dapur, kata Sahri Baedlowi, juga berasal dari bahan baku bekas yang jenis bahannya merupakan stainless steel.

     Perbedaan dengan bahan baku untuk membuat pisau berang, menurut Sahri Baedlowi, harus dikerjakan lewat penempaan dengan didahului dengan pemanasan bahan yang akan dibuat pisau.

     Sementara pisau dapur yang menggunakan stainless steel, cukup dengan pemotongan sesuai ukuran pisau karena bentuknya sudah pipih, kemudian untuk penajamannya diasah dengan cara digerinda atau dikikir.

     Untuk harga bahan baku stainless steel, ada yang dibeli dengan harga Rp12 ribu/kg. Ada pula yang dibeli dengan harga Rp13 ribu/kg.

     Karena bahan baku dan pembuatannya berbeda, harga jualnya juga berbeda. Misalnya, pisau berang berbahan per mobil dijual antara Rp150 ribu dan Rp350 ribu per bilah.

     "Makin besar ukurannya, Makin mahal harganya karena untuk ukuran kecil biasanya untuk menyembelih ayam, sedangkan ukuran sedang untuk menyembelih kambing, dan agak besar untuk menyembelih sapi atau kerbau," kata Sahri Baedlowi.

     Bertepatan dengan Iduladha 1439 Hijriah, pesanan pisau jenis berang relatif cukup banyak bisa mencapai 50-an bilah.
.
     Pisau jenis tersebut memang tidak dibuat setiap harinya karena ramainya saat mendekati Lebaran Besar seperti sekarang ini.
 
     Untuk harga pisau dapur bergagang kayu berukuran 20 sentimeter Rp3.000,00/bilah dan pisau dapur mini Rp2.500,00/bilah, sedangkan pisau dapur mini nium dijual Rp5.000,00/bilah.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar