Pemkot Magelang dorong pengelola koperasi tingkatkan inovasi

id koperasi, umkm kota magelang

Pemkot Magelang dorong pengelola koperasi tingkatkan inovasi

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membuka pelatihan manajeman pengelolaan koperasi di Magelang, Selasa (4/8/2020). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Koperasi yang maju, UMKM kuat, rakyat kaya.
Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang mendorong pengelola usaha koperasi di daerah setempat meningkatkan inovasi melalui berbagai terobosan agar mampu bersaing dengan lembaga keuangan profesional lainnya pada era kompetisi terbuka saat ini.

"Inovasi sebagai kebutuhan penting bagi koperasi, agar peranan sebagai soko guru atau tiang utama perekonomian masyarakat benar-benar terealisasi," kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di hadapan peserta pelatihan manajeman pengelolaan koperasi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) di Magelang, Selasa.

Ia menjelaskan tentang pentingnya sumber daya manusia (SDM) koperasi di daerah itu yang andal untuk melakukan inovasi usaha perekonomian masyarakat sehingga lembaga koperasi semakin maju.

Ia menyebut koperasi yang maju akan mengangkat usaha kecil dan ekonomi warga.

"Koperasi yang maju, UMKM kuat, rakyat kaya. Contohnya kita punya BPR Bank Magelang yang bersaing dengan BPR-BPR swasta. Saya motivasi, layani rakyat, membantu koperasi, UMKM, KUB, supaya ekonominya meningkat," kata dia dalam keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Magelang.

Ia mengakui adanya tantangan yang semakin berat saat ini bagi pengembangan usaha koperasi.

Oleh karena itu, kata dia, pengurus koperasi harus memiliki komitmen yang tinggi dan mampu merumuskan strategi yang tepat dalam menghadapi pergerakan ekonomi terkini.

Baca juga: PKPRI Boyolali peringati Hari Koperasi 2020 dengan bakti sosial

Koperasi di Indonesia, katanya, sudah ada sejak 73 tahun lalu, sedangkan secara kuantitas semakin bertambah banyak.

"Tapi di era kompetisi terbuka saat ini kira-kira koperasi fleksibel tidak? Di era pergerakan ekonomi yang dahsyat ini koperasi ketinggalan tidak? Jujur saja, kinerja koperasi masih kurang maksimal," katanya.

Pada kesempatan itu, Sigit meminta peserta pelatihan tersebut untuk sungguh-sungguh mengikuti kegiatan tersebut.

Ia meminta peserta menyimak setiap materi pelatihan, berdiskusi, dan tidak segan bertanya kepada ahlinya, sehingga diharapkan pergerakan koperasi di Kota Magelang bisa sampai pada level tertinggi.

"Jangan ragu bertanya, berdiskusi, bagaimana memajukan koperasi, merumuskan pergerakan ekonomi di Kota Magelang dan bagaimana menyejahterakan anggotanya. Ini yang menjadi PR bersama," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo mengatakan pelatihan manajeman pengelolaan koperasi pada kegiatan peningkatan kapasitas koperasi dan diadakan mulai 4-6 Agustus 2020.

Peserta pelatihan berjumlah 30 pengurus koperasi di Kota Magelang, sedangkan pemateri dihadirkan dari pihak LPAS LBB Cendekia Yogyakarta, Giarso dan M. Ardi.

Melalui pelatihan itu, kata dia, diharapkan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan pengelola koperasi dapat meningkat.

"Meningkat pula omzet koperasi serta meningkat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca juga: Wabup dorong koperasi di Banyumas melakukan ekspor secara langsung
Baca juga: 500 anggota koperasi Demak terima pinjaman modal pemulihan ekonomi
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar