Harga ayam di Pekalongan tembus Rp40 ribu/kg

id Harga daging ayam , di Pekalongan

Harga ayam di Pekalongan tembus Rp40 ribu/kg

Seorang pedagang ayam di Pasar Sorogenen sedang menjajakan daging ayam. Saat ini harga daging ayam mencapai sekitar Rp40 ribu perkilogram atau naik dibanding hari sebelumnya sebesar Rp30 ribu/ kilogram hingga Rp32 ribu/ kilogram. (ANTARA/Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Harga daging ayam ras di beberapa pasar tradisional Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semula hanya mencapai sekitar Rp30 ribu per kilogram hingga Rp32 ribu/ kilogram kini naik 30 persen dibanding hari sebelumnya Rp40 ribu/ kilogram.

"Harga daging ayam ras sempat mengalami fluktuatif namun kini mengalami kenaikan yaitu semula sekitar Rp30 ribu/ kilogram naik mencapai sekitar Rp40 ribu/ kilogram karena stoknya sedikit sedang permintaan dari masyarakat meningkat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Kopreasi, dan UKM Kota Pekalongan Sri Haryati di Pekalongan, Jumat.

Kenaikan harga ayam ras ini juga karena dipicu harga pakan ayam yang cukup melambung. "Selain daging ayam ras naik, harga telur pun kini ikut naik yaitu semula hanya Rp21 ribu/ kilogram menjadi Rp25 ribu/ kilogram," katanya.

Haryati mengatakan adapun untuk harga bahan kebutuhan pokok lainnya seperti beras sekitar Rp10.500/ kilogram, gula pasir Rp12 ribu/ kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp13.500/ kilogram.

"Stabilnya harga kebutuhan pokok ini juga diikuti harga jenis sayuran yang semula sempat naik. Harga bawang merah sekarang Rp30 ribu/ kilogram, bawang putih lokal Rp17 ribu/kilogram, cabe merah besar Rp15 ribu/ kilogram, dan cabe rawit merah Rp20 ribu/ kilogram," katanya.

Pedagang daging ayam Nur Hasanah mengatakan bahwa harga daging ayam pada saat menjelang Lebaran 2020 sempat menyentuh level terendah yaitu Rp20 ribu/ kilogram sampai Rp25 ribu/ perkilogram.

"Akan tetapi saat menjelang Hari Raya Kurban, harga daging ayam cukup melambung tinggi yaitu mencapai Rp40 ribu/ kilogram hingga Rp42 ribu/ kilogram," katanya.





 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar