Hidupkan perekonomian, Pekalongan longgarkan aktivitas pasar wisata

id Pemkot Perkalongan, pasar wisata

Hidupkan perekonomian, Pekalongan longgarkan aktivitas pasar wisata

Wali Kota Saelany Machfudz bersama Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid usai acara pelonggaran aktivitas pasar wisata dan bebas berkendara di kawasan Lapangan Mataram. ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melonggarkan aktivitas pasar wisata dan bebas berkendara (Car free day) di kawasan Lapangan Mataram untuk menyambut tatanan kehidupan normal baru.

Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz di Pekalongan, Senin mengatakan pemkot akan melonggarkan aktivitas kegiatan masyarakat secara bertahap termasuk membuka kembali kegiatan bebas berkendara dan pasar wisata di kawasan Lapangan Mataram.

"Ini sebagai upaya memberikan ruang terbuka bagi masyarakat berolah raga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di era tatanan normal baru," katanya.

Baca juga: Temanggung izinkan tempat wisata dibuka, kecuali wisata air

Menurut dia, pelonggaran aktivitas pasar wisata ini sebagai upaya menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat berhenti karena pandemi COVID-19.

"Kami berharap pelonggaran aktivitas pasar wisata dan bebas berkendaraan di kawasan Lapangan Mataram ini dapat membangkitkan kembali perekonomian warga dan berolahraga," katanya.

Saelany mengatakan pemkot akan tetap menerapkan persyaratan bagi masyarakat untuk mematuhi aturan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangah di tempat yang telah di sediakan.

"Kami mengaktifkan kembali pasar wisata di kawasan Lapangan Mataram pada warga tetap tertib dan menjaga protokol kesehatan agar perekonomian tidak berhenti," katanya.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Mataram (PPWM) Kota Pekalongan Arif Fiyanto menyampaikan ucapan terima kasih dan mengaku senang atas dibukanya kembali Pasar Wisata Mataram oleh Pemkot Pekalongan.

Saat ini, kata dia, jumlah pedagang yang menempati kawasan Lapangan Mataram sebanyak 205 orang namun karena adanya pembatasan kuota, maka sementara ini hanya bisa mendapatkan porsi 138 orang.

"Alhamdulillah kami diizinkan untuk mulai berjualan kembali di kawasan ini. Memang ada beberapa ketentuan yang sudah kami sepakati untuk dipatuhi terkait tatanan normal baru," katanya.

Baca juga: Kota Semarang: Belum semua tempat wisata kembali buka
Baca juga: Petugas COVID-19 sosialisasikan protokol kesehatan ke pengunjung Cengklik
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar