Pakar sebut ketersediaan air kunci ketahanan pangan

id pangan

Pakar sebut ketersediaan air kunci ketahanan pangan

Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air, Universitas Jenderal Soedirman, Yanto, Ph.D. ANTARA - Wuryanti Puspitasari

Purwokerto (ANTARA) - Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Yanto, Ph.D mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan air merupakan salah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan maka salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memastikan ketersediaan air," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat.

Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk menampung air hujan baik dalam skala besar maupun kecil, menurut dia, sangat diperlukan.

Baca juga: Dukung ketahanan pangan, Temanggung bantu benih padi petani

"Pemerintah memang sudah merencanakan pembangunan sebanyak 65 waduk hingga 2030 yang dapat meningkatkan kapasitas tampungan hingga 19,1 miliar meter kubik," katanya.

Namun demikian, kata dia, perlu juga memperhatikan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2030.

"Apabila penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan maka kapasitas tampungan air per penduduk bisa jadi tidak akan banyak berubah," katanya.

Karena itu jumlah waduk yang lebih banyak akan sangat diperlukan pada masa yang akan datang guna menjaga ketersediaan air.

Selain itu, kata dia, efisiensi pengelolaan sumber daya air juga harus terus menjadi perhatian utama.

"Yang perlu diperhatikan misalkan adalah kerusakan saluran irigasi dan tidak tepatnya data kebutuhan air irigasi yang bisa mempengaruhi efisiensi pengelolaan sumber daya air," katanya.

Untuk itu, kata dia, koordinasi antarlembaga pemerintah terutama yang terkait dengan sumber daya air perlu terus ditingkatkan.

"Dengan demikian, jika terdapat kerusakan dalam jaringan irigasi maka dapat segera diatasi dan kebutuhan air secara lebih pasti dapat diidentifikasi," katanya.

Dia menambahkan perlunya memanfaatkan teknologi informasi dan komputasi secara optimal guna mendukung pengelolaan sumber data air yang optimal tersebut.

Sementara itu dia juga mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan air dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan sangat diperlukan di tengah pandemi COVID-19.

"Pada masa pandemi seperti sekarang ini maka perlu mempersiapkan dan melakukan upaya mitigasi dalam rangka mengantisipasi terjadinya krisis pangan," katanya.

Baca juga: Presiden soroti ancaman krisis pangan dan ketahanan energi
Baca juga: Lazismu Surakarta serap gabah untuk jaga ketahanan pangan

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar