Cegah kasus pencurian, Polres Banjarnegara imbau perkantoran aktifkan CCTV

id cctv

Cegah kasus pencurian, Polres Banjarnegara imbau perkantoran aktifkan CCTV

Kamera CCTV terbaru dari G-Lens dengan resoluisi 5 meg pixel. Antara News/Chairul Rohman

Kami mengimbau perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya untuk mengaktifkan CCTV guna mencegah kasus pencurian

Banjarnegara (ANTARA) - Kepolisian Resor Banjarnegara mengimbau setiap perkantoran yang ada di wilayah setempat untuk mengaktifkan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) sebagai salah satu upaya mencegah kasus pencurian.

"Kami mengimbau perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya untuk mengaktifkan CCTV guna mencegah kasus pencurian," kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa di Banjarnegara, Selasa.

Dia menjelaskan, keberadaan CCTV diharapkan dapat memberikan efek takut bagi pihak yang berniat melakukan kejahatan pencurian.

Selain itu, kata Kapolres, keberadaan CCTV juga diharapkan dapat mempermudah polisi dalam melakukan penyelidikan jika ada laporan kasus kejahatan dari masyarakat, termasuk kasus pencurian.

Hal tersebut disampaikan terkait adanya kasus pencurian di SMP Negeri 4 Purwanegara.

Baca juga: PNS Banjarnegara ditangkap polisi karena curi di SMPN 4 Purwanegara

Seperti diwartakan sebelumnya, Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, menangkap seorang pria berinisial SYT (40) seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan pencurian di tempatnya bekerja yaitu di SMP Negeri 4 Purwanegara.

"Yang bersangkutan kami tangkap beserta barang buktinya," kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa.

Kapolres menjelaskan, tersangka merupakan staf tenaga administrasi di SMP Negeri 4 Purwanegara.

Baca juga: Polres Banjarnegara perkuat sinergitas guna ciptakan iklim kondusif

"Kejadian bermula ketika pihak sekolah mendapati pintu ruang laboratorium dalam keadaan tidak terkunci. Kondisi pintu tidak terkunci dan gembok yang semula ada sudah hilang," katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa 40 tablet smartphone dan satu unit proyektor hilang.

Dia menambahkan, modus operandi dilakukan pelaku dengan cara merusak kunci gembok menggunakan obeng.

"Berdasarkan pemeriksaan para saksi, pemeriksaan para tersangka dan juga barang bukti yang disita, penyidik menyimpulkan bahwa perbuatan tersangka memenuhi rumusan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara," katanya.

Baca juga: Warga Banjarnegara diminta aktifkan siskamling
Baca juga: Sinergitas TNI/Polri di Banjarnegara harus terus diperkuat

Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar