Presiden La Liga kritik keras format baru Piala Dunia Klub

id Javier Tebas,Presiden La Liga ,piala dunia klub

Presiden La Liga kritik keras format baru Piala Dunia  Klub

La Liga President Javier Tebas poses during an interview with Reuters at the La Liga headquarters in Madrid, Spain, October 2, 2018. REUTERS/Paul Hanna (REUTERS/PAUL HANNA)

Jakarta (ANTARA) - Presiden La Liga Javier Tebas memperingatkan peluncuran kompetisi Piala Dunia Klub Antarklub yang diubah dan diperluas pada 2021 bisa memicu dampak buruk dan merusak terhadap ekosistem liga-liga domestik.

Tebas mendesak badan sepak bola Eropa UEFA untuk bekerja bersama dalam mendistribusikan kembali sumber daya mereka yang sangat besar demi kebaikan olahraga ini. Dia memperingatkan bahaya sekelompok kecil klub elite yang semakin kaya.

Dipimpin presiden Gianni Infantino, FIFA memutuskan mengubah format Piala Dunia Antarklub mulai tahun depan yang awalnya diikuti oleh tujuh klub menjadi 24 klub.

Baca juga: Delapan kota di China sah jadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub

Format baru kompetisi ini akan digelar di China pada Juni sampai Juli 2021. Piala Dunia Antarklub akan diadakan setiap empat tahun sekali, meskipun Tebas yakin FIFA akan mencoba mengadakan acara itu setiap dua tahun.

"Kami memiliki keseimbangan, ekosistem antara berbagai liga di Eropa dan benua lain dan sekarang kami memiliki penyusup yang dapat mengganggu keseimbangan itu," kata Tebas kepada wartawan dikutip Reuters di London dalam acara peluncuran saluran televisi La Liga, Selasa.

"FIFA seharusnya menjadi badan pengatur. Namun, mereka telah bergeser dari mengatur kalender (kompetisi) dan mengatur Piala Dunia menjadi berbicara soal Piala Dunia Antarklub setiap dua tahun. Itu akan mengubah status quo. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi."

Baca juga: Klopp secara tersirat keluhkan jadwal Piala Dunia Klub

FIFA masih belum mengumumkan berapa banyak uang yang akan dihasilkan dari format baru itu, walaupun Infantino mengatakan kompetisi tersebut sudah menerima sembilan penawaran untuk hak komersialnya.

Namun, Tebas yakin FIFA belum mempertimbangkan dampak hadiah uang turnamen itu bisa mengganggu keseimbangan kompetitif di liga nasional.

"FIFA telah berbicara tentang distribusi pemasukan, tetapi belum membahas dampaknya di berbagai negara," kata dia.

Baca juga: Cina resmi jadi tuan rumah edisi baru Piala Dunia Klub pada 2021
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar