AMURT Indonesia Gandeng ANTARA Gelar Pelatihan Jurnalistik

id amurt,indonesia,semarang,antara,jateng

AMURT Indonesia Gandeng ANTARA Gelar Pelatihan Jurnalistik

Pimpinan dan staf AMURT Indonesia berfoto bersam usai pelatihan jurnalistik selama 2 hari di Semarang yang berakhir pada Kamis (10/10). ANTARA/AjI S

Semarang (ANTARA) - Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, sebuah lembaga nonpemerintah yang memiliki jejaring internasioal, menggandeng Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah untuk memberi pelatihan jurnalistik berupa penulisan berita, artikel, dan fotografi.

"Pelatihan jurnalistik berlangsung 2 hari sejak Rabu-Kamis (9-10) Oktober. Kegiatan diisi dengan teori dan praktik langsung ke PAUD-TK Darul Iman yang menjadi sekolah model karena pernah kami dampingi selama 3 tahun pada 2015-2018," kata Direktur Eksekutif AMURT Indonesia I Gusti Putu Wati Hernawati di Semarang, Kamis.
Fotografer ANTARA Aji S menjelaskan pengetahuan praktis tentang penggunaan gawai untuk keperluan memotret kepada Direktur Eksekutif AMURT Indonesia I Gusti Putu Wati Hernawati (ANTARA/Aji S)
Perempuan berdarah Bali tersebut mengakui pelatihan jurnalistik berupa berita dan fotografi tersebut dimaksudkan untuk memperkaya konten website dan media sosial yang dimiliki AMURT sehingga tidak monoton. Pelatihan itu diikuti dengan antusiasme tinggi oleh tujuh staf AMURT Indonesia. 

Apalagi,lanjut Didi, panggilan akrab I Gusti Putu Wati Hernawati, selama ini dirinya beserta SDM yang ada masih kesulitan membuat konten yang menarik untuk sosialisasi sekaligus untuk pelaporan tahunan maupun pelaporan program.

Didi mengaku saat ini AMURT tengah fokus pada pendidikan anak usia dini atau PAUD (anak usia 3-6 tahun untuk wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
Nur Hasanah, staf AMURT menjalani praktik jurnalisme di PAUD Darul Iman Kota Semarang, Kamis (10/10) (ANTARA/AZM)

"Hasil survei yang kami lakukan, perhatian terhadap PAUD masih sangat minim baik itu untuk para pengajar maupun kelengkapan alat pendukung mengajar," katanya.

AMURT, tambah Didi, kemudian melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan kepada para guru untuk dijadikan sebagai training of trainer (TOT) yang kemudian menjadi narasumber untuk sekolah PAUD yang lain.

Selain pelatihan kepada para pengajar, AMURT juga memberikan bantuan alat pendamping belajar menyesuaikan tema atau program kepada sekolah. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar