AMURT luncurkan Home Reading Program untuk gugah minat baca anak

id amurt indonesia, peluncuran buku miniseri, demak

AMURT luncurkan Home Reading Program untuk gugah minat baca anak

Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak beserta pimpinan dan staf AMURT Indonesia dalam peluncuran Program Membaca di Rumah (Home Reading Program) yang diluncurkan di Demak, Selasa (15/10). HO/AMURT Indonesia

Semarang (ANTARA) - Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia meluncurkan Program Membaca di Rumah (Home Reading Program) di 30 lembaga dampingan yayasan ini di Aula Budi Utomo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (15-10-2019).

Home Reading Program (HRP) yang didesain untuk menggugah dan membangun kecintaan anak terhadap buku itu, peluncurannya dimulai pukul 07.30 WIB di aula Kantor Disdikbud Demak di Jalan Sultan Trenggono Nomor 39 Katonsari.

Peluncuran HRP ini diresmikan oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Demak, Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si., didampingi oleh Kabid Pendidikan PAUD dan PNF Kabupaten Demak Dra. Afida Aspar.

Hadir pula Kasi PAUD Kabupaten Demak, Kepala UPTD dari 14 kecamatan di Kabupaten Demak, penilik dan pengawas PAUD dari tujuh kecamatan dampingan, Ketua IGTKI dan Himpaudi Kabupaten Demak, staf bidang PAUD dan PNF Kabupaten Demak, kepala sekolah/pengelola/guru, serrta perwakilan orang tua murid dari seluruh lembaga dampingan AMURT. 

Dalam Home Reading Program ini, para orang tua akan diajak secara berkala (satu minggu sekali) membacakan buku cerita untuk anak-anak mereka. 

Buku cerita anak yang akan digunakan untuk program ini terdiri atas dua jenis, yaitu buku cerita yang berasal dari beberapa penerbit dan buku miniseri yang diterbitkan sendiri oleh Yayasan AMURT Indonesia, tulis siaran pers AMURT Indonesia yang diterima di Semarang, Selasa.
 
Para guru di lembaga pendidikan dampingan AMURT Indonesia dalam peluncuran buku miniseri Home Reading Program di Demak, Selasa (15/10). HO/AMURT Indonesia

Karya pendidik

Yang menarik, buku miniseri terbitan AMURT ini adalah buah karya para pendidik, fasilitator, dan staf AMURT Indonesia. 

Buku-buku tersebut dibuat dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan bahasa anak usia dini di setiap rentang usianya sehingga buku-buku terbitan AMURT dibuat dengan kalimat-kalimat pendek dan berulang.

Jumlah halamannya pun dibatasi hanya tujuh halaman di setiap bukunya, selain juga dilengkapi dengan banyak ilustrasi yang membuat buku tersebut akan disukai oleh anak-anak. 

Buku miniseri terbitan AMURT ini menjawab keprihatinan AMURT atas minimnya buku anak yang benar-benar disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. 

“Dengan digunakannya buku miniseri terbitan AMURT Indonesia yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak ini, harapannya kecintaan anak-anak terhadap buku bisa mulai ditumbuhkan," papar Usha Chang, Educational Consultant AMURT Indonesia. 

Menurut Usha, rencananya AMURT akan menerbitkan 28 buku miniseri di setiap rentang usianya: 28 buku miniseri untuk anak usia 3 - 4 tahun, 28 buku miniseri untuk anak usia 4 -5 tahun, dan 28 buku miniseri untuk anak usia 5 - 6 tahun.

Selain dibuat untuk menumbuhkan minat baca anak, buku-buku terbitan AMURT juga dirancang untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak yang lain; sosial emosional, kognisi, fisik motorik, seni, serta nilai agama dan moral (NAM). 

Buku-buku yang dibuat juga mengangkat budaya lokal untuk diperkenalkan pada anak. Selain itu di setiap halaman akhir buku rata-rata isinya berupa kejutan untuk pembaca agar anak juga terstimulasi untuk berpikir kreatif dan out of the box. 

Kehadiran Home Reading Program dan buku miniseri anak ini harapannya dapat menguatkan kontribusi AMURT dalam upayanya mewujudkan anak Indonesia yang tangguh dan berkarakter, seperti judul proyek yang sedang diselenggarakan di Demak untuk rentang waktu 2019-2022.
 
AMURT Indonesia adalah sebuah LSM yang terafiliasi di 34 negara. Saat ini AMURT Indonesia sedang mendampingi 30 lembaga PAUD Di tujuh kecamatan di Kabupaten Demak, yakni di Kecamatan Dempet, Gajah, Karanganyar, Kebonagung, Mijen, Wedung, dan Wonosalam. 

Ketigapuluh lembaga PAUD yang didampingi didampingi AMURT  mencakup lembaga informal (pos PAUD, nonformal (kelompok bermain/KB), dan formal (taman kanak-kanak/TK). ***

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar