Gus Yasin ajak masyarakat cegah kerusakan alam

id Wagub Jateng, mangrove

Gus Yasin ajak masyarakat cegah kerusakan alam

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi usai melakukan penanaman mangrove di Kota Pekalongan. (Foto: Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengajak masyarakat untuk mencegah kerusakan alam dengan melakukan penanaman pohon di lingkungannya masing-masing.

"Mari kita merawat dan menyelamatkan bumi dari kerusakan. Kita harus mencintai bumi dengan menanam pohon," kata Taj Yasin pada kegiatan penanaman pohon mangrove di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu.

Ia mengatakan Pemprov Jateng berterima kasih pada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menginisiasi penanaman mangrove di pantai utara Kota Pekalongan dalam rangkaian menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-74 dan HUT Komando Daerah Militer IV/Diponegoro ke-69.

"Ini sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan dalam upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan. Apalagi, penanaman mangrove ini juga diikuti oleh warga Papua yang tinggal di Kota Pekalongan," katanya.

Baca juga: Mahasiswa tanam 6.500 mangrove di Pantai Pohijo

Dulu, kata dia, wilayah pantura ini merupakan "tanah emas" namun kini kondisi sedang rusak akibat diterjang ombak besar dan kurang mendapat perhatian.

"Oleh karena itu, sepatutnya kita harus mencintai semua yang ada di lingkungannya masing-masing. Kita harus jaga bersama agar alam atau bumi menjadi rusak," katanya.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan pemkot menyambut baik adanya kegiatan penanaman mangrove karena hal itu akan mengurangi abrasi pantai di daerah itu.

"Penanaman mangrove itu sangat penting dan harus diperhatikan karena sebagai upaya mencegah abrasi. Kami berharap penanaman mangrove di pantai ini dapat menggugah kesadaran masyarakat peduli terhadap lingkungannya," katanya.

Baca juga: Penanaman Bibit Mangrove Serentak Raih Rekor LEPRID
 
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar