Unsoed-ANRI tandatangani nota kesepahaman penyelenggaraan kearsipan

id unsoed

Unsoed-ANRI tandatangani nota kesepahaman penyelenggaraan kearsipan

Rektor Unsoed Prof Suwarto (kiri) - Kepala ANRI Mustari Irawan (kanan) menandatangani MOU soal kearsipan. (Foto: Wuryanti Puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan kearsipan.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi pengembangan kearsipan nasional," kata Kepala ANRI Mustari Irawan di Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Rabu.

Dia menjelaskan sebagai institusi ilmiah perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam membangun peradaban bangsa dengan melaksanakan tiga fungai utama yang disebut tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut tercipta arsip sebagai informasi yang terekam yang merupakan bukti dalam pelaksanaan kegiatannya.

Arsip dapat menggambarkan perjalanan sebuah lembaga perguruan tinggi bagaimana dibentuk dan dikembangkan hingga menjadi memori organisasi dan menjadi bagian dari memori kolektif bangsa.

"Oleh karenanya arsip merupakan aset perguruan tinggi bahkan aset negara yang harus dikelola dengan baik dan tentunya harus terus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi," katanya.

Dia menambahkan, dengan adanya nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama diantara kedua belah pihak untuk mendukung implementasi pengelolaan arsip yang dinamis dan statis berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, tambah dia, untuk mendukung implementasi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia kearsipan, publikasi kearsipan seperti pameran dan penerbitan naskah sumber arsip.

"Dan yang terpenting adalah kemitraan yang akan berjalan efektif sebagaimana ada kepercayaan di antara pihak yang bermitra dan ada itikad serta semangat untuk mencapai sesuatu tujuan secara bersama-sana dalam rangka menjadikan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan serta sebagai bukti akuntabilitas kinerja pemerintahan," katanya.

Sementara itu Rektor Unsoed Prof. Suwarto mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan ANRI merupakan kesempatan yang baik bagi pihaknya untuk mengembangkan bidang kearsipan.

Terlebih lagi, menurut dia, selama ini Unsoed telah mendapatkan banyak bimbingan dari ANRI dalam hal pengelolaan kearsipan.

Di masa mendatang, dia berharap, Unsoed akan lebih banyak menghasilkan tenaga profesional di bidang kearsipan.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar