MSR-ACT Jateng dampingi Vina berjuang melawan talasemia

id vina talasemia

MSR-ACT Jateng dampingi Vina berjuang melawan talasemia

Vina yang menderita talasemia tertidur saat menjalani transfusi darah di rumah sakit. (Foto: Dok. MSR-ACT Jateng)

Purwokerto (ANTARA) - Tim Mobile Social Rescue-Aksi Cepat Tanggap (MSR-ACT) Jawa Tengah mendampingi salah seorang penerima manfaat program MSR-ACT Jateng, Vina (10) yang terus berjuang melawan talasemia.

Setelah pemeriksaan fisik oleh dokter pada hari Sabtu (2/3), kondisi Vina yang merupakan anak pasangan Sutar dan Suwarni, warga Dusun Depok, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, terlihat agak pucat dan lemas.

Dia menderita penyakit kelainan darah yang menyebabkan tubuh tidak memroduksi cukup hemoglobin atau jumlah sel darah merah di dalam tubuh sedikit, sehingga menjadikan darah tidak dapat menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh secara normal.

Bocah perempuan itu menderita penyakit talasemia beta mayor yang menyebabkan pasien mengalami anemia sehingga harus rutin melakukan transfusi darah seumur hidupnya. 

Ketika Tim MSR-ACT Jateng mengunjungi rumah Vina, perut bocah perempuan itu masih terlihat membuncit. 
Tim MSR-ACT Jateng saat memeriksa kondisi VIna di rumahnya. (Foto: Dok. MSR-ACT Jateng)

"Perut membuncit kerap kali ditemui pada penderita talasemia karena terjadi pembesaran organ limfa dan hati. Insya Allah kami akan terus memantau perkembangan Vina," kata dr.Tri Setya Ningrum.

Dokter yang juga relawan ACT tersebut mengungkapkan membesarnya limfa dan hati Vina sudah terlihat sejak tiga minggu lalu. 

"Hal ini dapat disebabkan karena proses penghancuran sel-sel darah merah abnormal makin banyak dan adanya timbunan besi di hati akibat transfusi berulang," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Vina yang berasal dari keluarga tak mampu itu sudah mendapatkan bantuan transfusi darah gratis secara rutin melalui program MSR-ACT Jateng. 

Untuk transfusi darah, Vina harus melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) dan saat ini rutin transfusi setiap tiga minggu sekali.

Pengidap talasemia membutuhkan asupan gizi yang lebih untuk memenuhi kualitas hidupnya, sehingga Tim MRI-ACT Jateng senantiasa berikhtiar membantu mencukupi kebutuhan gizi Vina.

"Alhamdulillah, berkat donasi yang diamanahkan masyarakat kepada ACT, kami akan terus melakukan pendampingan kesehatan kepada Vina dan memberikan bantuan kepada kedua orang tuanya," kata Kepala Program ACT Jateng Giyanto.

Dalam hal ini, ayah Vina, Sutar bekerja sebagai pembuat batu bata merah dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan ibunda Vina, Suwarni bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menyambung kebutuhan ekonomi keluarga.

"Kondisi ekonomi mereka cukup memrihatinkan. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja pas-pasan. Oleh karena itu kami senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan sesama, salah satunya dapat menyalurkan bantuan terbaik melalui program MSR-ACT Jateng," kata Giyanto.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar