Batang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selalu menyiapkan makanan yang layak konsumsi untuk siswa sekolah sebagai upaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang Tofani Dwi Arianto di Batang, Selasa, mengatakan langkah ini untuk melindungi kesehatan dan keselamatan para siswa dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak.
"Kami minta jangan ragu, jika memang tidak layak baik itu berbau aneh ataupun ada sesuatu yang memang bisa mengganggu kesehatan sebaiknya dikembalikan saja ke SPPG," katanya.
Pihaknya sudah banyak melihat kejadian di sejumlah daerah terkait dengan kasus keracunan siswa setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan pihak SPPG, termasuk juga di Kabupaten Batang.
"Oleh karena itu, peran sekolah sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa," katanya.
Apalagi, kata dia, berdasarkan hasil pantauan di sejumlah SPPG memang masih ada yang belum sesuai dengan syarat dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Oleh karena itu, peran sekolah dalam melakukan pengawasan sangat diperlukan. Pastikan pihak sekolah memastikan dulu makanan yang diduga tidak layak konsumsi dengan melakukan pengecekan atau jika diperlukan mencicipi sebelum dibagikan," katanya.
Menurut dia, langkah pencegahan dan pengawasan tersebut sudah disosialisasikan pihak Komisi IV DPRD Batang ke sekolah-sekolah setiap kali melakukan kunjungan kerja.
"Program MBG sebenarnya bagus namun sayangnya dalam pelaksanaannya ada pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi. Akibatnya di lapangan banyak ditemukan makanan tidak layak konsumsi ataupun harga per paketnya tidak sesuai yang ditentukan pihak BGN," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang : Sekolah rakyat tekan anak putus sekolah