
DPRD Batang meminta pemkab buka posko pendampingan pendaftaran SPMB 2026

Batang (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kabupaten Batang, Jawa Tengah meminta pemerintah daerah membuka posko pendampingan sistem pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 bagi orang tua calon siswa SD dan SMP karena sepenuhnya menggunakan sistem digital.
"Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak orang tua calon siswa yang kaget dan belum paham dengan mekanisme pendaftaran serba online ini," kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang Tofani Dwi Arianto di Batang, Selasa.
Dia mengatakan pendaftaran siswa baru saat ini secara daring dan menimbulkan banyak orang tua calon murid baru masih kebingungan.
"Oleh karena itu, kami memandang harus ada pendampingan dari pihak dinas maupun sekolah," katanya.
Ia mengatakan posko tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan melainkan benteng terakhir agar tidak ada anak di daerah ini yang kehilangan hak sekolahnya hanya karena persoalan teknis atau susahnya sinyal internet di wilayah pedesaan.
Anggota Komisi IV DPRD, kata dia, meminta Dinas Pendidikan setempat segera menerjunkan petugas khusus yang bersiaga di setiap kecamatan.
"Kami tidak ingin ada anak Batang yang gagal mendaftar hanya karena orang tuanya tidak bisa mengoperasikan gawai. Sekolah asal dan sekolah tujuan harus bergerak aktif membantu," katanya.
Ia mengatakan digitalisasi ini sebenarnya mencakup skala yang besar karena pada tahun ini 455 SD negeri dan swasta yang serentak menerapkan SPMB daring penuh yaitu sistemnya terintegrasi langsung dengan data NIK anak dan KTP orang tua.
"Di satu sisi, sistem ini dipuji karena mampu menutup celah praktik kecurangan dan menghapus fenomena siswa titipan. Akan tetapi, di sisi lain bagi orang tua yang tidak akrab dengan ponsel pintar maka sistem baru ini justru menjadi mereka kesulitan," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang memastikan pendaftaran SPMB tanpa praktik kecurangan
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
