Logo Header Antaranews Jateng

Bus Trans Jateng akan menambah koridor baru pada 2027

Kamis, 4 Juni 2026 12:33 WIB
Image Print
Sejumlah penumpang berada di dalam bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa pada 2025 tingkat keterisian moda transportasi massal Trans Jateng melampaui 110 persen dengan jumlah penumpang sekitar 10.240.745 orang, yang didorong oleh kebijakan pemangkasan tarif menjadi Rp1.000 bagi lansia, buruh, pelajar, veteran, dan penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menambah koridor baru layanan Bus Trans Jateng pada 2027, rencananya rute baru itu akan melayani wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung (Gelangmanggung).

"Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 14 Januari 2026 untuk memperkuat integrasi layanan transportasi antardaerah," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko di Temanggung, Rabu.

Hal itu menyusul adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemkab Magelang, Pemkot Magelang, dan Pemkab Temanggung.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dan Bupati Temanggung Agus Setyawan.

Kegiatan ini menjadi pedoman penyelenggaraan layanan Angkutan Aglomerasi Perkotaan, melalui sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder), serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung oleh para pihak sesuai kewenangannya.

Ia menyampaikan, layanan baru ini direncanakan melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang (pulang-pergi) dengan 14 armada bus. Jam operasional pukul 05.00–19.00 WIB, dan headway (jarak antar bus) kisaran 15–20 menit.

Ia menuturkan, layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027. Layanan Trans Jateng di Gelangmanggung ini akan menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi secara sub regional maupun nasional.

Saat ini sudah ada koridor Trans Jateng Magelang-Purworejo yang terhubung dengan sistem transportasi nasional yaitu kereta api. Juga membangun kembali sistem transportasi lokal, baik kota maupun pedesaan, yang terintegrasi.

"Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan," katanya.

Saat ini Trans Jateng sudah beroperasi di tujuh koridor dengan total armada 115 unit bus. Tujuh koridor tersebut berada di empat wilayah pengembangan (WP), yaitu Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, dan Purworejo-Magelang.

Baca juga: Pemprov masih kaji perluasan rute bus Trans Jateng hingga Kudus



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026