Logo Header Antaranews Jateng

Disparbud Wonosobo melakukan pembinaan kepada pelaku usaha glamping

Kamis, 4 Juni 2026 16:04 WIB
Image Print
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo melakukan kegiatan monitoring, evaluasi, serta pembinaan terhadap sejumlah usaha berbasis glamping. ANTARA/HO - Disparbud Wonosobo

Wonosobo (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo, didampingi pihak Kecamatan Garung dan Kejajar melakukan kegiatan monitoring, evaluasi serta pembinaan terhadap sejumlah pelaku usaha jasa akomodasi wisata berbasis glamping di kawasan wisata Kabupaten Wonosobo.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo M. Kristijadi, di Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan serta pembinaan usaha pariwisata guna memastikan setiap pelaku usaha memenuhi standar usaha pariwisata sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, katanya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan dan kelayakan sarana prasarana yang tersedia.

Ia menyebutkan lokasi usaha glamping yang menjadi sasaran monitoring dan pembinaan meliputi Glamping Dieng di Desa Parikesit Kecamatan Kejajar, Luxcamp by Horison di Desa Parikesit Kecamatan Kejajar, Afton Glamping di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, serta Swiss Van Java Glamping di Desa Mlandi Kecamatan Garung.

Ia menjelaskan Tim Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, mulai dari administrasi perizinan berusaha, penerapan standar usaha pariwisata, kondisi sarana dan prasarana, sistem pengelolaan usaha, hingga aspek keamanan dan keselamatan pengunjung.

Monitoring ini juga difokuskan pada kesiapsiagaan pengelola dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, penanganan kebersihan lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas yang digunakan wisatawan.

Ia menuturkan, kegiatan monitoring dan pembinaan merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas destinasi dan usaha pariwisata yang ada di Kabupaten Wonosobo.

"Monitoring dan pembinaan ini bukan semata-mata kegiatan pengawasan, tetapi juga bentuk pendampingan pemerintah kepada pelaku usaha agar dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi standar usaha pariwisata yang telah ditetapkan. Kami ingin memastikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo mendapatkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan," katanya.

Ia menegaskan aspek keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi perhatian utama, khususnya bagi usaha glamping yang berada di kawasan dataran tinggi dengan karakteristik cuaca yang dinamis.

"Pengelola usaha perlu memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi layak, aman digunakan, serta memiliki prosedur mitigasi risiko yang baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Wonosobo," katanya.

Baca juga: Tren "glamping" akan menjalar ke Borobudur



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026