Upaya Pekalongan tekan angka pengangguran
Selasa, 15 Oktober 2024 6:50 WIB
Peserta pelatihan berbasis kompetensi sedang mengikuti kegiatan bursa kerja di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus menggiatkan kegiatan pembekalan keterampilan dan membuka bursa kerja (job fair) bersama perusahaan sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Betty Dahfiani di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kompetensi tahap II dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau 2024 ini diharapkan bisa membuka peluang masyarakat bisa bekerja sesuai keahlian yang dibutuhkan perusahaan.
"Kemudian, didukung dengan membuka bursa kerja yang nantinya diharapkan untuk menekan angka pengangguran di daerah," katanya.
Menurut dia, ada alokasi 2.292 lowongan kerja pada kegiatan bursa kerja yang sudah dilaksanakan pada September 2024.
"Antusias peserta cukup luar biasa yaitu ada 1.900 orang yang mendaftar dari 2.292 lowongan kerja pada kegiatan job fair tersebut. Ya, sudah luar biasa mencapai sekitar 80 persen," katanya.
Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pelatihan Pemagangan Industri Daerah Kota Pekalongan Rizky Nuansa Hadian mengatakan dunia industri dan usaha memerlukan tenaga kerja yang banyak.
Namun, kata dia, dari generasi Z ini mereka banyak yang masih pilih-pilih pekerjaan.
"Ada 2.292 lowongan kerja kemudian yang mendaftar ada 1.900 itu mayoritas mendaftarkan diri ke perusahaan retail. Jarang fresh graduate yang mendaftar di perusahaan manufaktur," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Betty Dahfiani di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kompetensi tahap II dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau 2024 ini diharapkan bisa membuka peluang masyarakat bisa bekerja sesuai keahlian yang dibutuhkan perusahaan.
"Kemudian, didukung dengan membuka bursa kerja yang nantinya diharapkan untuk menekan angka pengangguran di daerah," katanya.
Menurut dia, ada alokasi 2.292 lowongan kerja pada kegiatan bursa kerja yang sudah dilaksanakan pada September 2024.
"Antusias peserta cukup luar biasa yaitu ada 1.900 orang yang mendaftar dari 2.292 lowongan kerja pada kegiatan job fair tersebut. Ya, sudah luar biasa mencapai sekitar 80 persen," katanya.
Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pelatihan Pemagangan Industri Daerah Kota Pekalongan Rizky Nuansa Hadian mengatakan dunia industri dan usaha memerlukan tenaga kerja yang banyak.
Namun, kata dia, dari generasi Z ini mereka banyak yang masih pilih-pilih pekerjaan.
"Ada 2.292 lowongan kerja kemudian yang mendaftar ada 1.900 itu mayoritas mendaftarkan diri ke perusahaan retail. Jarang fresh graduate yang mendaftar di perusahaan manufaktur," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng prihatin Bupati Pekalongan terkena OTT KPK, ingatkan integritas
03 March 2026 17:23 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit optimalkan layanan digital selama Ramadan
20 February 2026 13:18 WIB
PLN resmikan HSSE Center, wujudkan operasi distribusi yang green, smart dan resilien
15 February 2026 16:36 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI lindungi penggiat masjid dan musala
11 February 2026 23:15 WIB