Pemkab Batang tawarkan empat program pelatihan kerja sambut KITB
Selasa, 27 Juni 2023 15:59 WIB
Penjabat BupatI Batang, Jateng, Lani Dwi Rejeki menyematkan kalung pada peserta pelatihan kerja di Batang, Selasa (27/6/2023). (FOTO ANTARA/Kutnadi)
Batang, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menawarkan empat program pelatihan kerja berbasis uji kompetensi pada masyarakat untuk menyambut berdirinya beberapa perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Batang, Selasa, mengatakan bahwa 4 program pelatihan yang bersumber dari anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahap pertama 2023 tersebut yaitu menjahit, teknis listrik, teknik AC, dan otomotif.
"Semua tahu jika ke depan banyak dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan khusus yang nanti dapat terpilih menjadi karyawan perusahaan di daerah ini. Oleh karena itu, bagi peserta yang memiliki kesempatan mendapatkan pelatihan kerja ini dapat mengikuti secara serius," katanya.
Menurut dia, pada awalnya jumlah pendaftar yang akan mengikuti program pelatihan kerja itu mencapai sekitar 100 orang namun hanya terpilih 16 orang yang masing-masing program diutamakan pada keluarga buruh pabrik rokok dan petani tembakau.
"Antusias peserta yang mendaftar sangat luar biasa. Bahkan pada program menjahit ada sekitar 100 pendaftaran. Akan tetapi hanya 16 orang saja yang lulus seleksi," katanya.
Selain bertujuan untuk membuka peluang masyarakat bekerja di perusahaan, kata dia, program pelatihan kerja ini juga membuka usaha secara mandiri.
Pihaknya mengimbau pada para peserta agar taat pada tata tertib dan disiplin selama mengikuti pelatihan kerja karena hal itu masuk dalam penilaian.
"Bersyukur lah para peserta yang dapat mengikuti pelatihan selama sekitar sebulan ini. Kami berharap para peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan agar nantinya mendapatkan ketrampilan dan sertifikat pelatihan," demikian Lani Dwi Rejeki.
Baca juga: 39 pasangan pengantin di Batang nikah gratis
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Batang, Selasa, mengatakan bahwa 4 program pelatihan yang bersumber dari anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahap pertama 2023 tersebut yaitu menjahit, teknis listrik, teknik AC, dan otomotif.
"Semua tahu jika ke depan banyak dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan khusus yang nanti dapat terpilih menjadi karyawan perusahaan di daerah ini. Oleh karena itu, bagi peserta yang memiliki kesempatan mendapatkan pelatihan kerja ini dapat mengikuti secara serius," katanya.
Menurut dia, pada awalnya jumlah pendaftar yang akan mengikuti program pelatihan kerja itu mencapai sekitar 100 orang namun hanya terpilih 16 orang yang masing-masing program diutamakan pada keluarga buruh pabrik rokok dan petani tembakau.
"Antusias peserta yang mendaftar sangat luar biasa. Bahkan pada program menjahit ada sekitar 100 pendaftaran. Akan tetapi hanya 16 orang saja yang lulus seleksi," katanya.
Selain bertujuan untuk membuka peluang masyarakat bekerja di perusahaan, kata dia, program pelatihan kerja ini juga membuka usaha secara mandiri.
Pihaknya mengimbau pada para peserta agar taat pada tata tertib dan disiplin selama mengikuti pelatihan kerja karena hal itu masuk dalam penilaian.
"Bersyukur lah para peserta yang dapat mengikuti pelatihan selama sekitar sebulan ini. Kami berharap para peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan agar nantinya mendapatkan ketrampilan dan sertifikat pelatihan," demikian Lani Dwi Rejeki.
Baca juga: 39 pasangan pengantin di Batang nikah gratis
Pewarta : Kutnadi
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Batang musnahkan 13 ribu botol minuman keras tekan gangguan kamtibmas
12 March 2026 23:56 WIB
Pemkab Batang perketat pengawasan THR kepada ASN dan pekerja agar tepat waktu
11 March 2026 8:49 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar nasional dan internasional
12 March 2026 23:49 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Rp 33,8 Miliar kepada PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga
11 March 2026 11:09 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng masjid dan RT/RW perluas perlindungan pekerja informal
11 March 2026 9:30 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan BBPVP Semarang komitmen tingkatkan perlindungan sosial
10 March 2026 10:26 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah
06 March 2026 10:30 WIB