
BPJS Ketenagakerjaan gandeng masjid dan RT/RW perluas perlindungan pekerja informal

Jakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan menggandeng komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT dan RW untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal yang dilaksanakan di kawasan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8/3). Penyerahan simbolis kartu kepesertaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat kepada para pekerja.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan pendekatan berbasis komunitas dilakukan untuk mendekatkan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat serta menjangkau pekerja hingga ke lingkungan tempat mereka tinggal dan beraktivitas.
“Melalui pendekatan komunitas ini kami ingin memastikan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang selama ini belum seluruhnya terlindungi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa komunitas masyarakat seperti masjid serta lingkungan RT dan RW memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam kegiatan tersebut BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan program Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia sebagai bentuk nyata manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi keluarga pekerja.
Selain itu pemerintah juga memberikan dukungan berupa keringanan iuran bagi peserta bukan penerima upah (BPU) untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sehingga pekerja dapat memperoleh perlindungan dengan iuran yang lebih terjangkau.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Hesnypita mengatakan pendekatan melalui komunitas seperti masjid dan lingkungan RT/RW merupakan strategi efektif untuk memperluas cakupan kepesertaan pekerja informal.
“Masjid dan lingkungan RT/RW merupakan ruang sosial yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dilakukan lebih luas dan langsung menjangkau pekerja di tingkat komunitas,” katanya.
Ia menambahkan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta rumah ibadah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga semakin banyak pekerja informal yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
