
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Jawa Tengah yang berada di kawasan Timur Tengah.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat, menegaskan komitmennya untuk menjaga dan menjamin keamanan dan keselamatan PMI, khususnya asal provinsi tersebut.
Menurut dia, pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bentuk komitmen itu.
Bahkan, jika situasi mendesak, Pemprov Jateng siap mengambil langkah untuk memulangkan warganya berkolaborasi dengan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.
Namun, sejauh ini ia belum bisa menyebut jumlah pekerja migran yang berada di wilayah Timur Tengah karena masih dalam pendataan.
Selain terkait dampak eskalasi konflik, kata dia, pantauan dan upaya perlindungan kepada pekerja migran asal Jateng juga terus dilakukan, misalnya ketika ada pekerja migran yang terkena masalah atau berangkat tidak sesuai prosedur.
Ia menegaskan Pemprov Jateng langsung berkoordinasi untuk upaya pemulangan, sebagaimana dilakukan belum lama ini terhadap belasan orang dari total sekitar 50-an PMI yang bermasalah di sejumlah negara.
"Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Sebelumnya, Luthfi juga bertemu dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla yang salah satunya membahas soal pemantauan pekerja migran.
Dzulfikar mengatakan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah negara Timur Tengah sudah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik di sana memanas.
Selain itu, nomor hotline juga sudah disebar di kalangan pekerja migran dan warga Indonesia yang sedang berada di wilayah Timur Tengah.
Nomor tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu oleh para pekerja migran Indonesia (PMI).
"Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
