Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Tegal dan Pemkab Batang luncurkan penyaluran bantuan pangan

Jumat, 13 Maret 2026 20:28 WIB
Image Print
Perum Bulog Cabang Tegal bersama Pemkab Batang meluncurkan penyaluran bantuan pangan kepada 104.140 jiwa du Batang, Jumat (13/3/2026). (ANTARA/Ho-Bulog Cabang Tegal)

Batang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Tegal, Jawa Tengah, bersama Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan penyaluran bantuan pangan kepada 104.140 orang yang masing-masing akan menerima 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

Pimpinan Bulog Cabang Tegal Agung Rohman di Tegal, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya yang ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional memiliki kewajiban menyalurkan bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjaga stabilitas harga dan pasokan beras.

"Peluncuran penyaluran bantuan pangan tersebut selain di wilayah Kabupaten Batang juga sudah dilaksanakan di Kota Tegal pada Kamis (12/3). Selanjutnya, kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Pemalang, Sabtu (14/3) dan Kabupaten Brebes, Senin (16/3)," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan bahan pangan karena stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih aman untuk mwmwnuhi kebutuhan beras hingga

"Saat ini stok beras yang tersimpan di Bulog Tegal sebanyak 72.819 ton untuk satu tahun ke depan. Jadi stok sangat aman," katanya.

Ia yang didampingi Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tegal Wahyu Tri Hutomo mengatakan saat ini, pihaknya terus melakukan pengadaan penyerapan beras petani yang ditargetkan sebanyak 93.958 ton pada tahun ini.

"Saat ini sebagian besar wilayah di eks-Kersidenan Pekalongan sudah mulai panen sehingga penyerapan beras sudah bisa mencapai 1.000 ton per hari. Saat ini penyerapan beras sudah mencapai 16.090 ton setara 18 persen dari target dan diharapkan hingga akhir Maret 2026 bisa mencapai 30 persen," katanya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sutadi mengatakan selama Ramadan 2026 ini sudah tiga kali melaksanakan gerakan pangan murah sebagai upaya menekan inflasi.

Beberapa komoditas yang dijual antara lain 1 ton beras SPHP medium, 300 kilogram gula, 500 liter minyak goreng, 300 kilogram telur 300, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sayuran.

"Harga yang ditawarkan dalam GPM tetap berada di bawah harga pasaran. Sebagai contoh, harga telur yang di pasaran berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp31 ribu per kilogram dijual dengan harga Rp26 ribu per kilogram, gula dijual Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng merek Minyakita Rp15.500 per liter," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026