
Jaga harga stabil, Bulog beli 30 ton gabah dari sawah terdampak banjir di Jateng

Semarang (ANTARA) - Perum Bulog membeli sekitar 30 ton gabah dari berbagai areal sawah siap panen di berbagai wilayah di Jawa Tengah yang terdampak banjir sebagai upaya menjaga harga tetap stabil di tengah cuaca ekstrim ini.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto di Semarang, Jumat, mengatakan, pembelian yang dilakukan terhadap gabah terdampak banjir itu tetap sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg.
Ia menyebut secara fisik gabah yang diserap itu terlihat lebih kotor dan berwarna kehitaman akibat tercampur lumpur.
Meski demikian, ia memastikan kualitas buliran gabah masih baik dan layak proses mengingat tidak terlalu lama terendam banjir.
"Kalau dilihat bulirannya memang besar-besar karena memang sudah mendekati masa panen," katanya.
Ia menegaskan komitmen Bulog untuk menyerap gabah petani di wilayah terdampak banjir dengan harga pembelian sesuai HPP.
Menurut dia, upaya serupa juga akan dilakukan di daerah lain sepanjang terdapat informasi resmi dari dinar pertanian setempat.
Ia juga mengimbau kepada petani terdampak banjir yang lahan padinya siap panen untuk melakukan penanganan awal sebelum dijual ke Bulog atau mitra penggilingan.
Ia menyarankan gabah yang sebelumnya terendam banjir perlu diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air dan kotoran.
"Gabah yang terlalu basah atau terlalu banyak kotorannya justru akan merusak mesin pengering," katanya.
Baca juga: Dirut Bulog cek harga dan stok pangan di pasar di Kota Semarang jelang Lebaran 2026
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
