Kurikulum Merdeka, Anak-anak belajar langsung ke laboratorium
Rabu, 21 September 2022 20:51 WIB
Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jeruklegi, Kabupaten Cilacap melaksanakan pembelajaran kontekstual dimana peserta didik diajak untuk terjun langsung ke laboratorium melaksanakan praktikum. ANTARA/Ist
Semarang (ANTARA) - Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jeruklegi, Kabupaten Cilacap yang tahun pembelajaran ini melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka mulai terbiasa dengan melaksanakan pembelajaran kontekstual dimana peserta didik diajak untuk terjun langsung ke laboratorium melaksanakan praktikum.
Ari Prastiwi, sebagai salah satu guru IPA di SMP Negeri 2 Jeruklegi menjelaskan tidak hanya di laboratorium, anak-anak juga diajak belajar di alam terbuka serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
Siswa, lanjut Ari, mengaku senang ketika diajak oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas, baik itu di laboratorium, sawah, lapangan, ataupun di alam terbuka lainnya.
"Mereka akan merasa antusias dan gembira ketika diminta meninggalkan kelas dan melaksanakan pembelajaran di luar kelas," cerita Ari.
Baca juga: Pemkab Cilacap bahas perpanjang kerja sama Program PINTAR
Sebelumnya, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jeruklegi diajak Ari ke laboratorium untuk mengenal alat-alat laboratorium, diminta menyebutkan nama-nama alat tersebut, menggambarkan, dan menulis fungsi dari alat-alat tersebut.
"Dengan cara ini diharapkan siswa telah siap melaksanakan praktikum IPA pada waktu yang akan datang selama mereka belajar di SMP Negeri 2 Jeruklegi," kata Ari.
Berbagai macam alat laboratorium yang dikenalkan antara lain alat-alat yang terbuat dari kaca seperti gelas ukur, tabung rekasi, labu erlenmeyer, pipet, gelas kimia, termometer, mikroskop beserta preparatnya, macam-macam alat pengukur besaran pokok maupun besaran turunan, berbagai macam torso organ tubuh manusia, sampai dengan rangka tubuh manusia.
Baca juga: Disdikbud Kendal Selaraskan RKA 2022 Perubahan dengan Indikator Rapor Pendidikan
Menurut Ari dengan pembiasaan melaksanakan pembelajaran di laboratorium, maka sikap ilmiah yang menjadi ciri pembelajaran IPA akan dapat ditanamkan sejak dini seperti rasa ingin tahu, jujur,terbuka, objektif, menghargai orang lain, dan sebagainya.
"Sikap-sikap itulah yang kelak akan dibutuhkan oleh peserta didik SMP Negeri 2 Jeruklegi ketika mereka terjun menjadi anggota masyarakat," tutup Ari.
Baca juga: BBPMP bersama Tanoto Faundation ajak stakeholder manfaatkan rapor pendidikan
Baca juga: Sekolah akui metode MIKIR pas untuk siswa
*Penulis: Ari Prastiwi
Fasilitator Program PINTAR
Tanoto Foundation
Ari Prastiwi, sebagai salah satu guru IPA di SMP Negeri 2 Jeruklegi menjelaskan tidak hanya di laboratorium, anak-anak juga diajak belajar di alam terbuka serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
Siswa, lanjut Ari, mengaku senang ketika diajak oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas, baik itu di laboratorium, sawah, lapangan, ataupun di alam terbuka lainnya.
"Mereka akan merasa antusias dan gembira ketika diminta meninggalkan kelas dan melaksanakan pembelajaran di luar kelas," cerita Ari.
Baca juga: Pemkab Cilacap bahas perpanjang kerja sama Program PINTAR
Sebelumnya, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jeruklegi diajak Ari ke laboratorium untuk mengenal alat-alat laboratorium, diminta menyebutkan nama-nama alat tersebut, menggambarkan, dan menulis fungsi dari alat-alat tersebut.
"Dengan cara ini diharapkan siswa telah siap melaksanakan praktikum IPA pada waktu yang akan datang selama mereka belajar di SMP Negeri 2 Jeruklegi," kata Ari.
Berbagai macam alat laboratorium yang dikenalkan antara lain alat-alat yang terbuat dari kaca seperti gelas ukur, tabung rekasi, labu erlenmeyer, pipet, gelas kimia, termometer, mikroskop beserta preparatnya, macam-macam alat pengukur besaran pokok maupun besaran turunan, berbagai macam torso organ tubuh manusia, sampai dengan rangka tubuh manusia.
Baca juga: Disdikbud Kendal Selaraskan RKA 2022 Perubahan dengan Indikator Rapor Pendidikan
Menurut Ari dengan pembiasaan melaksanakan pembelajaran di laboratorium, maka sikap ilmiah yang menjadi ciri pembelajaran IPA akan dapat ditanamkan sejak dini seperti rasa ingin tahu, jujur,terbuka, objektif, menghargai orang lain, dan sebagainya.
"Sikap-sikap itulah yang kelak akan dibutuhkan oleh peserta didik SMP Negeri 2 Jeruklegi ketika mereka terjun menjadi anggota masyarakat," tutup Ari.
Baca juga: BBPMP bersama Tanoto Faundation ajak stakeholder manfaatkan rapor pendidikan
Baca juga: Sekolah akui metode MIKIR pas untuk siswa
*Penulis: Ari Prastiwi
Fasilitator Program PINTAR
Tanoto Foundation
Pewarta : Ari Prastiwi*/Nur Istibsaroh
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi
28 November 2025 8:52 WIB
Menggali kearifan lokal Semarang melalui Buku Pop Up Interaktif dan Praktik Pembuatan Jamu Jun
23 November 2025 19:57 WIB
Beasiswa liputan pendidikan untuk jurnalis Indonesia dari Tanoto Foundation
02 October 2025 8:57 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UIN Walisongo kukuhkan 10 guru besar, komitmen sebagai kampus unggul dan bereputasi global
8 jam lalu
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB