Ken (ANTARA) - Pagi itu, halaman SDN 2 Sukorejo tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan tenda pameran berdiri rapi memayungi beragam karya murid dan guru.
Suara riuh terdengar dari kelompok murid yang bersiap menjadi penyaji. Mereka antusias menjelaskan hasil literasi dan numerasi yang telah mereka siapkan sejak beberapa minggu terakhir.
Kamis, tanggal 27 November 2025, menjadi penanda penting karena sekolah untuk pertama kalinya menggelar Festival Literasi Numerasi.
Kegiatan bertajuk SERUNI, singkatan dari Semarak Ruang Literasi Numerasi, menghadirkan karya terbaik tiap kelas dan menjadi ruang berbagi media ajar yang sebelumnya belum pernah diperlihatkan di kelas lain.
Festival ini melengkapi rangkaian program pendampingan literasi numerasi yang dimulai sejak pelatihan menulis bigbook pada September lalu.
Murid yang terlibat menghasilkan bigbook dengan kreasi beragam, mulai dari yang dibuat penuh secara manual sampai yang memanfaatkan gambar cetak.
Seluruh bigbook kemudian diresmikan sebagai bentuk apresiasi bagi murid yang telah menyusunnya dan sekaligus dipakai sebagai media ajar di kelas bawah.
Peran orang tua sangat terlihat dalam keseluruhan proses. Kolaborasi antara sekolah dan wali murid tampak dari dukungan mereka, mulai dari membantu persiapan stan hingga mendampingi pelaksanaan acara.
Semangat itu membuat festival terasa lebih hangat dan menunjukkan bahwa penguatan literasi numerasi memang membutuhkan sinergi seluruh warga sekolah.
SERUNI juga mendapat perhatian luas. Pengawas serta kepala sekolah dari wilayah Korwilcambiddik Sukorejo hadir dan memberikan sambutan positif.
Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya menjadi gebrakan pertama di SDN 2 Sukorejo, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah lain di kecamatan ini.
Kehadiran SERUNI sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah mampu menerjemahkan Peraturan Bupati (Perbup) Kendal Nomor 49 tahun 2024 tentang Peningkatan Kompetensi Literasi Numerasi menjadi praktik nyata. Salah satu poin penting dalam juknis Perbup tersebut adalah pelaksanaan Festival Literasi Numerasi Sekolah, yang kini dapat dilihat langsung wujudnya.
"Kegiatan ini memberi gambaran pada sekolah lain mengenai bagaimana budaya literasi numerasi dituangkan melalui kegiatan yang riil. Melalui kegiatan ini sekolah lain dapat terinspirasi,” ujar Mujiyanto, M.Pd., pengawas sekaligus Korwilcambiddik Kecamatan Sukorejo.
Hal senada disampaikan Wahyuni, S.Pd., Kepala SD N 2 Peron. “Saya mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana keterlaksanaan literasi dan numerasi di sekolah serta media yang dapat digunakan untuk memperkuatnya. Momen ini bukan sekadar melihat proses belajar, tetapi juga kesempatan bagi murid untuk menjelaskan karya mereka kepada pengunjung. Karyanya beragam dan bermakna,” tuturnya.
Bagi murid, pengalaman ini meninggalkan kesan tersendiri. Dena, murid kelas lima, menyampaikan kegembiraannya. “Aku senang dengan kegiatan ini. Pelatihan menulis bigbook membuatku bisa berkarya melalui tulisan yang menarik,” ujarnya.
SERUNI menjadi ruang aktualisasi diri bagi guru dan murid sekaligus bukti bahwa program yang tepat, kebijakan yang jelas, dan dukungan dari seluruh warga sekolah mampu melahirkan karya yang mendorong tumbuhnya literasi dan numerasi.
Harapannya, kegiatan serupa terus digelar agar makin banyak potensi yang tumbuh dan memberi manfaat bagi sekolah serta masyarakat.
*Plt. Kepala SDN 2 Sukorejo & Fasilitator Tanoto Foundation

