Logo Header Antaranews Jateng

Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global

Kamis, 12 Februari 2026 19:40 WIB
Image Print
Sesi foto bersama perwakilan pimpinan UMS bersama ratusan mahasiswa FEB UMS pada Acara Policy Outreach Forum di Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar forum akademik bertema Mewujudkan Ekonomi Berkualitas Melalui SDM Muda Unggul dan Berdaya Saing di Ruang Seminar Gedung Serbaguna Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 FEB UMS, Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Ia menyampaikan tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup manusia, memperkuat nilai kemanusiaan, serta kebersamaan dalam hidup sosial.

“Forum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kondisi perekonomian, pembangunan kesejahteraan, dan dinamika pasar tenaga kerja dalam menghadapi perubahan global,” ujarnya.

Sesi Forum Akademik tersebut meghadirkan dua pakar pembicara yakni, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur, Argo, Farmasi, dan Kesehatan Kemenko Perekenomian Mochamad Edy Yusuf, S.E., M.A., dan Guru Besar Program Studi Manajemen UMS Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si.

Anton menjelaskan pertumbuhan ekonomi tidak selalu sejalan dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Fenomena ini terjadi di sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi yang stabil belum tentu mampu menjawab persoalan ketenagakerjaan secara menyeluruh.

“Pertumbuhan ekonomi ternyata tidak selalu dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan tantangan ekonomi modern juga berkaitan dengan transformasi sektor industri, investasi, serta perubahan struktur ekonomi yang dipengaruhi oleh perkembangan global. Dengan itu, kebijakan pembangunan perlu dirancang secara komprehensif agar mampu meningkatkan kualitas pekerjaan dan daya saing ekonomi nasional.

“Yang paling penting bukan hanya menambah jumlah pekerjaan, tetapi memastikan pekerjaan itu semakin berkualitas,” jelasnya.

Edy Yusuf turut menegaskan terkait kemajuan ekonomi yang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, dunia saat ini bergerak menuju sistem ekonomi berbasis inovasi, digitalisasi, dan penguasaan teknologi.

“Kalau kita ingin maju, sumber daya manusia harus maju. Pendidikan harus maju, dan generasi muda harus pintar dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya dalam pemaparan.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa untuk aktif membaca, belajar, dan mengambangkan kapasitas diri agar mampu bersaing di era transformasi digital. Ia menekankan bahwa keberhasilan ditentukan oleh kompetensi, kesehatan, dan karakter yang kuat.

“Untuk menjadi sukses, ada tiga hal penting yaitu kompeten atau pintar, sehat, dan berkarakter,” sebutnya.

Sebagai penutup, Edy berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan antara perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan di era digital.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026